Selasa, 04 Juni 2019

Banua Tada - Rumah Adat Sulawesi Tenggara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

Banua Tada adalah rumah adat yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Banua Tada merupakan rumah tempat tinggal Suku Wolio atau orang Buton di pulau Buton,Kata banua dalam bahasa setempat berarti rumah sedangkan kata tada berarti siku, sehingga banua tada dapat diartikan sebagai "rumah siku". Hal ini karena struktur rangka bangunan terdiri dari siku-siku. Keunikan dari rumah ini terletak pada desain, struktur dan fungsinya yang mengandung nilai filosofis di dalamnya.Keunikan lain dari rumah banua tada adalah memiliki bentuk rumah panggung, tetapi pada pembangunannya tidak menggunakan satupun paku.


Jenis
 
Berdasarkan status sosial penghuninya, struktur bangunan rumah banua tada dibedakan menjadi tiga yaitu kamali, banua tada tare pata pale, dan banua tada tare talu pale. Kamali atau disebut juga dengan nama "malige" memiliki arti mahligai atau istana, merupakan tempat tinggal untuk raja atau sultan dan keluarganya. Ukurannya lebih besar dibandingkan dengan jenis banua tada lainnya, mempunyai empat tingkatan lantai dan juga atap yang bersusun dua. Banua tada tare pata pale memiliki arti "rumah siku bertiang empat" adalah rumah tempat tinggal para pejabat atau pegawai istana. Biasanya jenis rumah adat ini bertiang empat, atapnya bersusun, dan juga mempunyai dua jendela di bagian kiri dan kanan rumah. Sementara itu, banua tada tare talu pale atau disebut juga "rumah bertiang tiga" adalah rumah tempat tinggal orang biasa. Jenis rumah adat ini mempunyai jumlah tiang tiga dan pada bagian atapnya simetris. Bahan utama dalam pembuatannya adalah papan kayu, bambu, dan rotan dengan setiap ruangan mempunyai satu buah jendela di bagian kiri atau kanan rumah

Baca Juga:

Rumah Boyang - Rumah Adat Sulawesi Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar





Struktur dan Arsitektur Rumah

Setiap jenis rumah banua tada menggunakan material yang hampir sama, baik pada bagian lantai, dinding, tiang dan atapnya. Tiang-tiang dibangun menurut tiga jenis, yaitu tiang utama yang berada di bagian tengah, tiang penyangga dan tiang pembantu. Semua tiang tersebut menggunakan bahan kayu yang ditumpangkan di bagian atas pondasi batu. Bagian lantai rumah banua tada terbuat dari papan kayu jati yang disusun dengan menggunakan teknik kunci, papan-papan tersebut dibuat saling menyatu meskipun tanpa dipaku, begitu juga dengan dinding rumah. Sementara pada bagian atapnya menggunakan daun rumbia dan juga hipa-hipa yang disusun saling bertumpukan.

Rumah banua tada terdiri dari empat tingkat lantai yang tersusun dari beberapa ruangan. Lantai pertama terdiri atas 7 ruangan. Setiap ruangan mempunyai fungsi yang berbeda. Dua ruangan sebagai tempat sidang bagi anggota Hadat Kerajaan Buton serta sebagai tempat untuk menjamu tamu. Tiga ruang lainnya digunakan untuk tempat tidur tamu, kamar anak yang sudah menikah, serta ruang makan bagi Sultan. Sedangkan dua ruangan lainnya adalah kamar untuk anak laki-laki dewasa. Lantai dua dibagi atas 14 ruangan. Seluruh kamar tersebut digunakan sebagai tempat kegiatan mulai dari gudang, aula, kantor dan sebagainya. Lantai tiga hanya terdapat satu ruangan yang besar, merupakan tempat untuk bersantai dan juga digunakan sebagai aula. Sedangkan bagian paling atas lantai empat digunakan sebagai tempat penjemuran.
 
Sebelum membahas tentang struktur bangunan rumah adat Sulawesi Tenggara ini, terlebih dahulu mari kita kenali jenis-jenis Banua Tada berdasarkan strata sosial pemiliknya. Ada 3 jenis Banua Tada, yaitu
  1. Kamali disebut juga Malige, adalah rumah Banua Tada yang digunakan secara khusus oleh sultan dan keluarganya. Ukurannya lebih besar dibandingkan jenis Banua Tada lainnya. Rumah ini memiliki 4 tingkatan lantai dan atap bersusun dua.
  2. Banua Tada Tare Pata Pale, adalah rumah Banua Tada yang digunakan oleh para pejabat dan pegawai istana. Biasanya rumah ini bertiang 4, atapnya bersusun, dan memiliki 2 jendela di kiri dan kanan rumah.
  3. Banua Tada Tare Talu Pale, adalah rumah Banua Tada yang digunakan oleh orang biasa. Rumah ini memiliki jumlah tiang tiga dan atapnya simetris. Bahan utama pembuatannya berupa bambu, papan kayu, dan rotan dengan setiap ruangan memiliki satu buah jendela di kiri atau kanan rumah.

Masing-masing jenis rumah Banua Tada di atas sejatinya tersusun atas material yang hampir sama, baik pada bagian tiang, lantai, dinding, hingga atapnya.
Tiang dibuat menurut 3 jenis, yaitu tiang utama berada di tengah (Kabelai), tiang penyangga, dan tiang pembantu. Semua tiang dibuat dari kayu bulat yang ditumpangkan di atas pandasi batu. Adapun lantai umumnya dibuat dari papan kayu jati yang kuat disusun sedemikian rupa menggunakan teknik kunci. Papan-papan tersebut saling menyatu meski tanpa dipaku. Begitu pula dengan dinding rumah. Sementara atap dibuat dari daun rumbia dan hipa-hipa yang disusun saling bertumpukan. 

Fungsi Rumah Adat

Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat tinggal, rumah adat Sulawesi Tenggara ini khususnya Rumah Kamali dibagi atas beberapa ruangan sesuai dengan penggunaannya. Rumah Banua Tada yang digunakan untuk tempat tinggal Sultan (rumah Kamali) yang terdiri dari 4 tingkat lantai tersusun dari ruangan-ruangan sebagaimana berikut:
  1. Lantai pertama. Tingkat ini terdiri dari 7 ruangan, yaitu ruangan 1 dan 2 berfungsi sebagai ruang sidang anggota Hadat Kerajaan Buton sekaligus tempat menerima tamu. Ruangan 3 dibagi dua, yang kiri adalah untuk kamar tidur tamu dan yang kanan digunakan untuk ruang makan tamu. Ruangan 4 berfungsi sebagai kamar anak-anak Sultan yang telah menikah. Ruangan 5 sebagai kamar makan Sultan, sementara ruangan 6 dan 7 digunakan sebagai kamar anak laki-laki Sultan yang sudah dewasa.
  2. Lantai kedua. Tingkat ini dibagi menjadi 14 buah kamar. Di sisi kanan 7 kamar dan disisi kiri 7 kamar. Kamar-kamar tersebut berfungsi untuk kegiatan administrasi kerajaan, mulai dari gudang, kantor, tamu keluarga, aula, dan lain sebagainya.
  3. Lantai ketiga. Tingkat ini hanya ada 1 ruangan besar yang berfungsi sebagai tempat rekreasi sekaligus aula.
  4. Lantai keempat berfungsi sebagai tempat penjemuran.

Baca Juga:

Rumah Baloy - Rumah Adat Kalimantan Utara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar




 

Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Ciri Khas dan Nilai Filosofis

 
 Dari pemaparan tentang gaya arsitektur, struktur, dan pembagian ruang yang telah dijelaskan di atas, dapat kita simpulkan beberapa keunikan dan ciri khas rumah adat Sulawesi Tenggara ini dibandingkan rumah adat suku lain di Indonesia. Keunikan tersebut misalnya terletak pada jumlah tingkatan rumah yang bisa mencapai 4 tingkat, kekokohan bangunan meski dibuat tanpa paku dan logam sebagai penguat, serta pembagian ruangannya yang sangat memperhatikan kearifan lokal dan nilai-nilai filosofi yang dianut masyarakat suku Buton. Nah, demikian ulasan singkat kami mengenai rumah adat suku Buton (Wolio) yang bernama Rumah Banua Tada. Desain bangunan yang juga menjadi ikon rumah adat Sulawesi Tenggara ini sudah selayaknya mendapat apresiasi karena keunikan-keunikan yang dimilikinya. 
 
 
Penelusuran yang terkait dengan Banua Tada
  • keunikan rumah adat banua tada
  • rumah adat banua tada berasal dari kabupaten
  • rumah adat sulawesi tenggara banua tada
  • keunikan rumah adat buton sulawesi tenggara
  • manfaat dan kegunaan rumah adat sulawesi tenggara
  • pakaian adat tulang bawal berasal dari provinsi
  • keunikan rumah buton
  • pakaian adat sulawesi tenggara

Related Posts

Banua Tada - Rumah Adat Sulawesi Tenggara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh