Selasa, 14 Mei 2019

Tari Kupu-Kupu Asal Bali : Sejarah, Gerakan, Beserta Penjelasannya


Tari kupu-kupu atau tari kupu-kupu tarum adalah salah satu dari sekian banyak tarian yang berasal dari Bali. Keberadaan Bali dalam sisi seni budaya, keindahan alam dan religiusitasnya telah diakui dan dikenali oleh masyarakat Internasional. Maka tak heran jika banyak budayawan dan seniman Bali yang terkenal dalam pentas dunia seni internasional.  Menurut catatan sejarah tarian Bali, tari kupu-kupu diciptakan oleh diciptakan oleh I Wayan Beratha pada tahun 1960-an. I Wayan Beratha adalah seniman Tari Bali yang lahir pada tahun 1926, di Banjar Belaluan Denpasar.
Kini ia menetap di Banjar Abian Kapas Kaja. I Wayan Beratha hidup dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga seniman Bali. Kakeknya, I Ketut Keneng (1841-1926) juga adalah seniman Bali yang besar pada zamannya.

Kakeknya adalah seorang ahli karawitan dan pagambuhan. Karena kebesaran nama dan karyanya, hampir sebagian besar kehidupan Pekak (Kakek) Kenengnya diabdikan untuk keluarga Puri Denpasar, sebagai seniman kesayangan Raja I Gusti Agung Ngurah Denpasar hingga Perang Puputan Badung meletus tahun 1906. Maka pantaslah darah seniman besar mengalir dalam I Wayan Beratha dan menciptakan karya-karya besar bagi masyarakat Bali dan Indonesia.
Tarian kupu-kupu adalah jenis tarian group putri yang dimainkan oleh lima orang perempuan atau lebih. Tarian ini menggambarkan kupu-kupu berwarna biru tua atau tarum yang sedang terbang dan hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya.

Secara filosofis, tarian kupu-kupu adalah penggambaran keindahan, kedamaian dan eksotoknya pulau Bali. Gerakan yang gemulai dengan komposisi gerak yang dinamis dan menawan, menjadikan tarian kupu- sedikit berbeda dengan nuansa yang diciptakan oleh tarian Bali pada umumnya sehingga lebih terkesan nuansa damai saat menontonya.
Serta perpaduan warna kostum antara kain berwarna gelap dan terang seperti biru, kuning emas, dan hijau tua serta mahkota yang berkilauan dengan pernak-pernik keemasan, menggambarkan keindahan dalam kontrasnya perbedaan.
Seperti keindahan alam, kondisi sosial, ragam karya seni, budaya serta keyakinan masyarakat Bali yang bersatu dalam keharmonisan gerak. Iringan musiknya pun, meski dengan alat yang sama yakni gamelan Bali, ada harmoni nada dengan birama yang lembut. Tidak menghentak-hentak seperti tari kecak.

Pemaknaan terhadap tarian kupu-kupu di atas, adalah cerminan dari cara berpikir Beratha yang mempunyai pandangan sangat terbuka, ia berusaha membuang fanatisme kedaerahan meski tidak sepenuhnya meninggalkan kekhasan budaya Bali.
Dari segi seni karawitan, pada tahun 1957 – 1959, ia mulai menyadap pembauran warna gambelan yang meretas jauh pola-pola kedaerahan. Pola-pola ini menurutnya disebabkan oleh adanya kompetisi di zaman raja-raja yang berlangsung hingga zaman penjajahan.
Maka ia memberanikan diri mempelajari karawitan Bali Utara dan mengajarkan karawitan Bali Selatan di seluruh Bali. Kemudian bersama I Cede Manik, I Wayan Beratha menjadi jembatan antara gaya seni karawitan “Bali Selatan dan Utara yang tentunya tercermin dan setiap tarian yang diciptakannya.

Apa yang dilakukan oleh Wayan Beratha terhadap kebudayaan Bali, bukan sebuah upaya perusakan tradisi atau melunturkan keadiluhungan seni tradisional, melainkan sebuah kebaruan agar kesenian tradisional di Bali menemukan dunianya yang beriringan dengan perkembangan jaman. Seperti yang telah kita saksikan dalam tarian kupu-kupu ciptaannya.

Tari Kupu-Kupu

Tari kupu-kupu sendiri termasuk contoh tari yang gerakannya mudah dipelajari. Tak mengherankan jika kemudian ia kerap diajarkan pada anak-anak tingkat sekolah dasar sebagai sarana pengenalan budaya. Nah, di artikel kali ini, kami akan membahas bagaimana gerakan tari kupu-kupu tersebut lengkap dengan latar belakang sejarah kemunculannya, kostum, serta properti-properti yang dibutuhkan untuk mendukung pementasan tarian ini.
 

1. Tema dan Makna Filosofi

Secara filosofis, tari kupu-kupu ciptaan I Wayan Beratha adalah sebuah tari yang menggambarkan kedamaian, eksotisme, dan keindahan pulau dewata, Bali. Gerakan gemulai para penarinya yang tampak seperti kupu-kupu yang sedang terbang ditambah dengan padanan warna-warni kostum yang dikenakan penarinya membuat tarian ini tampak harmonis.
 
 

2. Gerakan Tari Kupu Kupu

Gerakan dari tarian kupu-kupu ini lebih didominan dengan geraknya semua bagian tubuh,yang lebih sering bergerak yaitu bagian tangan dan kaki yang terus mengikuti alunan iringan musik.Gerakan yang paling menarik dari tarian ini yaitu pada saat penari mulai menggerakan selendang naik turun seperti gerakan kupu-kupu,warna selendang yang warna warni itu akan menciptakan suasana yang cerah dan meriah.Apalagi ketika melihat kompak nya gerakan para penari,menambah kesan keelokan dari tarian kupu-kupu tersebut.
 

3. Iringan Tari

Tari kupu-kupu hingga kini kerap dipentaskan bersama iringan gamelan Bali. Bunyi orkestra gamelan yang padu padan diiringi dengan gerakan ritmis yang sesuai irama menghasilkan sebuah pertunjukan yang tampak menyejukan hati. Bisa dikatakan, tari kupu kupu merupakan antitesa dari tari Kecak yang kental dengan hentakan-hentakan kasar.
Gamelan Bali yang menjadi satu-satunya pengiring tarian ini dimainkan oleh sekelompok musisi di bagian samping pentas. Jumlah pemain musiknya sendiri tergantung dari berapa alat musik yang dimainkan dalam mengiringi tarian ini. adapun pada perkembangannya, tari kreasi baru ini juga kerap dibubuhi oleh nyanyian atau gending yang dibawakan oleh satu atau dua orang sinden.


Baca Juga:

Definisi Tari, Fungsi , Contoh, Jenis dan Unsur di Dalamnya



4. Setting Panggung

Baik pria atau wanita, semuanya boleh menarikan tarian asal Bali ini. kendati begitu, dalam satu kali pertunjukan jarang ditemui pencampuran keduanya. Jika ditarikan oleh pria, maka semua penarinya harus pria, begitu sebaliknya.
Adapun jumlah penarinya sendiri harus dalam bilangan ganjil, paling sedikit 3 penari dan paling banyak 9 orang penari. Namun, jumlah yang paling sering ditemui adalah jumlah 5 orang penari.
 

5. Tata Rias dan Tata Busana

Tata rias dan tata busana yang digunakan para penari tari kupu-kupu dibuat sedemikian rupa sehingga tampak menyerupai bentuk kupu-kupu aslinya. Secara pakem, mereka umumnya mengenakan atasan berupa kemben dengan bawahan kain batik. Di bagian kepala dilengkapi dengan semacam mahkota berwarna emas yang memiliki 2 antena agar menyerupai bentuk kepala kupu-kupu. Warna kostum sendiri tidak ada patokan, yang penting harus berwarna cerah agar tampak lebih indah.
 

6. Properti Tari

Yang paling penting dalam tarian ini properti yang dipakai yaitu selendang yang diikat di pinggang,sehingga selendang tersebut diibaratkan sebagai sayap kupu-kupu.Semakain berkembangnya zaman tarian kupu-kupu ini sudah memiliki banyak versi,pembaruan biasanya terdapat pada gending yang dinyanyikan,gending yang digunakan menggunakan gending khusus untuk menyesuaikan bahasa setempat.

Itulah pembahasan mengenai Tari Kupu-Kupu,yang merupakan salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia.Kita sebagai generasi penerus bangsa perlu melestarikan kesenian tersebut.Agar nantinya para generasi yang akan datang juga tahu dan bisa terus dipraktekan.Jangan sampai kebudayaan kita yang begitu beraneka ragam ini hilang seiring perkembangan zaman dan majunya teknologi.


Penelusuran yang terkait dengan Tari Kupu-Kupu
  • jenis pola lantai tari kupu kupu
  • tari kupu kupu untuk sd
  • lagu pengiring tari kupu kupu
  • musik pengiring tari kupu-kupu
  • fungsi tari kupu-kupu bali
  • gambar tari kupu kupu
  • jenis gerakan tangan tari kupu kupu
  • jelaskan tata busana pada tari kupu-kupu

Related Posts

Tari Kupu-Kupu Asal Bali : Sejarah, Gerakan, Beserta Penjelasannya
4/ 5
Oleh