Selasa, 14 Mei 2019

Sejarah dan Penjelasan Tari Cokek Asal Betawi

Tari Cokek merupakan tarian yang berasal dari budaya Betawi tempo dulu. Dewasa ini orkestra (gambang kromong) biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan tarian, seperti tari Sembah Nyai, Sirih Kuning dan sebagainya, disamping sebagai pengiring tari pergaulan yang disebut tari cokek. Tari cokek ditarikan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Tarian khas Tangerang-Tanggerang ini diwarnai budaya Tiongkok. Penarinya mengenakan kebaya yang disebut cokek. Tarian cokek mirip sintren siinetron dari Cirebon atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penarinya, yang dianggap tahu oleh sebagian masyarakat.

Pembukaan pada tari cokek ialah wawayangan. Penari cokek berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irama gambang kromong. Rentangan tangannya setinggi kepala meningkah gerakan kaki.

Setelah itu mereka mengajak tamu untuk menari bersama, dengan mengalungkan selendang. Pertama-tama kepada tamu yang dianggap paling terhormat. Bila yang disertai selendang itu bersedia ikut menari, maka mulailah mereka ngibing menari berpasang-pasangan. Tiap pasang berhadapan pada jarak yang dekat tetapi tidak saling bersentuhan. Adakalanya pula pasangan-pasangan itu saling membelakangi. Kalau tempatnya cukup leluasa biasa pula ada gerakan memutar dalam lingkaran yang cukup luas. Pakaian penari cokek biasanya terdiri atas baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutera berwarna.

Ada berbagai macam warna selendang yang ada, seperti merah, hijau, ungu, kuning, merah muda, biru dan sebagainya. Di ujung sebelah bawah celana panjang biasa diberi hiasan dengan kain berwarna yang serasi. Selembar selendang panjang terikat pada pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah rambutnya tersisir rapih licin ke belakang. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya begitu besar, dihias dengan tusuk konde bergoyang-goyang. 


Tari Cokek

Nama Cokek pada tarian ini diperkirakan berasal dari nama selendang yang digunakan dalam tarian. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari nama si tuan tanah, Tan Sio Kek yang dalam pelafalan Betawi lebih nyaman di sebut Sokek atau Cokek.
Terlepas dari mana sebetulnya nama Cokek diperoleh, yang jelas kini tari Cokek masih tetap eksis khususnya dalam budaya masyarakat Betawi, baik yang ada di DKI Jakarta maupun yang bermukim di daerah Tangerang Selatan dan sekitarnya.

1. Tema dan Makna Filosofi

Selain sebagai sarana hiburan, kini fungsi tari Cokek kini bergeser menjadi tari ucapan selamat datang bagi tamu. Tak heran bila karena fungsi ini, tari cokek kerap dipentaskan ketika ada acara hajatan sebagai sarana penghormatan bagi tamu yang datang.

2. Gerakan Tari Cokek

Tari cokek diawali dengan wawayangan atau alunan musik gambang kromong yang mengiringi masuknya para penari wanita ke atas panggung. Di awal tarian, para penari bergerak maju mundur silih berganti sembari merentangkan tangan setinggi bahu mengikuti irama musik. Gerakan ini dilanjutkan dengan ragam gerakan lain hingga salah satu penari utama mengajak tamu yang hadir untuk ikut menari dengan mengalungkan selendang yang dibawanya ke leher tamu tersebut. Tamu yang mendapat giliran pertama biasanya adalah tamu yang paling terhormat. 
 

3. Iringan Tari

Tari cokek asal Betawi diiringi oleh permainan alat musik tradisional Betawi, yaitu gambang kromong. Gambang kromong sendiri terdiri dari beberapa instrumen alat musik, misalnya gambang, kromong, suling, gong, gendang, kecrek, dan sukong, tehyan, atau kongahyan.
 
 
 
 

4. Setting Panggung

Dalam pementasan tari cokek, panggung disetting sedemikian rupa agar terkesan luas. Hal ini mengingat nantinya selain diisi oleh para penari, panggung juga bisa diisi oleh para tamu yang diajak menari (ngibing).
Para pemain musik gambang kromong yang biasanya terdiri dari 7 orang, kerap berada di bagian belakang atau samping panggung secara berkelompok. Sementara para penarinya yang bisa terdiri dari 5 sd 10 wanita berjajar di atas panggung mengikuti setiap ritme dan irama yang dibawakan para pemusik.
 

5. Tata Rias dan Tata Busana

Para penari cokek umumnya akan dirias terlebih dahulu sebelum naik panggung. Rambut mereka disisir rapi ke belakang, dikuncir, atau disanggul lengkap dengan hiasan kembang goyang atau hiasan kepala burung hong. Untuk busananya, mereka mengenakan baju adat Betawi yang terdiri dari baju kurung dan celana hitam berbahan kain satin. Baju kurungnya sendiri biasanya punya warna yang mencolok, seperti hijau, kuning, merah, atau ungu.
 

6. Properti Tari

Tidak ada properti lain yang digunakan dalam tarian ini selain sehelai selendang yang biasa diletakan di bahu penarinya. Selendang yang bernama “Cokek” ini digunakan sebagai sarana mengundang tamu untuk ikut menari di atas panggung, sama seperti fungsi selendang pada tarian Jaipong asal Jawa Barat dan tari Gandrung Banyuwangi. Nah, itulah sekilas penjelasan yang dapat kami sampaikan tentang apresiasi tari Cokek asal Betawi. Hingga kini tari cokek masih kerap dipentaskan baik dalam acara-acara budaya maupun dalam acara kemasyarakatan Betawi, seperti pernikahan, khitan, dan lain sebagainya. Tertarik untuk mempelajari tarian ini?


Dalam pertunjukannya, penari di balut dengan busana seperti baju kurug dan celana panjang yang terbuat dari bahan sutera. Warna busana tersebut biasanya mencolok dan berwarna warni seperti warna merah menyala, hijau, kuning dan sebagainya. Selain itu penari juga mengenakan selendang panjang di leher mereka yang di gunakan untuk mengajak penonton menari bersama.
Dalam perkembangannya, Tari Cokek mulai jarang di pertunjukan di berbagai acara seperti dulu. Namun tarian ini masih bisa kita temukan di acara besar seperti pesta ulang tahun ibukota Jakarta dan festival budaya. Seiring perkembangannya, Tari Cokek sudah di modifikasi agar terlihat menarik. Banyak kreasi yang di tambahkan terutama pada gerakan dan busana yang di gunakan, namun tidak meninggalkan pakem aslinya.
Nah cukup sekian pengenalan tentang Tari Cokek tarian tradisional Betawi di Jakarta. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kesenian tari tradisional di Indonesia.


 Penelusuran yang terkait dengan Tari Cokek Asal Betawi
  • gerakan tari cokek
  • gerak dasar tari cokek betawi
  • pencipta tari cokek onde onde
  • tari cokek banten
  • bagaimana urutan gerakan tari cokek yang pertama
  • tari cokek onde onde diciptakan oleh
  • sebutkan 10 gerak dalam tari cokek onde-onde
  • pola lantai tari cokek

Related Posts

Sejarah dan Penjelasan Tari Cokek Asal Betawi
4/ 5
Oleh