Kamis, 02 Mei 2019

Pengertian Tari Cakalele, Gerakan, Tata Rias ( Tarian Perang dari Maluku)

Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita.Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia (sejenis musik tiup).

Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan).Penari pria mengenakan kostum yang didominasi warna merah dan kuning, serta memakai penutup kepala aluminum yang disisipi dengan bulu putih.Kostum celana merah pada penari pria melambangkan kepahlawanan, keberanian, dan patriotisme rakyat Maluku. Pedang atau parang pada tangan kanan penari melambangkan martabat penduduk Maluku yang harus dijaga sampai mati, sedangkan perisai dan teriakan keras para penari melambangkan gerakan protes melawan sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak pada rakyat. Sumber lain menyatakan bahwa tarian ini merupakan penghormatan atas nenek moyang bangsa Maluku yang merupakan pelaut.Sebelum mengarungi lautan untuk membajak pesawat, nenek moyang mereka mengadakan pesta dengan makan, minum, dan berdansa. Saat tari Cakalele ditampilkan, terkadang arwah nenek moyang dapat memasuki penari dan kehadiran arwah tersebut dapat dirasakan oleh penduduk asli.


Tari Cakalele

Nah, jika Anda termasuk orang yang ingin mempelajari atau sekerdar ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana tari cakalele dipentaskan. Anda kini berada di blog yang tepat. Berikut ini kami telah sajikan informasi seputar unsur-unsur tari cakalele, mulai dari tema, gerakan, iringan tari, busana (kostum) hingga properti yang digunakan dalam tarian ini.
 

1. Tema dan Makna Filosofis

Setiap unsur yang terdapat dalam tarian cakalele sejatinya merupakan perwujudan kepribadian masyarakat Maluku yang berani dan tak gentar dalam mempertahankan harga dirinya. Harkat dan martabat masyarakat Maluku adalah di atas segalanya. Barang siapa mencoba mengusiknya, maka tak segan bagi orang Maluku untuk berperang. Oleh karena itulah tarian ini kerap dianggap sebagai simbol kepahlawanan, keberanian, sekaligus patriotisme.
 

2. Gerakan Tari Cakalele

Gerakan tari cakalele jauh dari kesan kelembutan, sangat berbeda bila dibandingkan tari-tari tradisional Indonesia lainnya yang berasal dari Sumatera atau Jawa. Gerakan hentak kaki yang diiringi oleh teriakan-teriakan dari para penarinya menunjukan tarian ini sarat dengan nuansa garang. Pada bagian tengah tarian bahkan para penari memperagakan gerak beradu, berperang satu lawan satu secara berpasangan. Secara sekilas, gerakan-gerakan tersebut bisa Anda lihat pada video tari 

3. Iringan Tari

Tari cakalele pada awalnya dilengkapi oleh paduan beberapa alat musik tradisional Maluku seperti tifa, drum bia, suling, tambur, hingga flute. Namun, seiring perkembangannya kecuali tifa, semua alat musik tersebut ditinggalkan. Sehingga tarian ini hanya diiringi oleh tepukan tifa saja serta teriakan-teriakan yang dilontarkan para penarinya.


Baca Juga:

Definisi Tari, Fungsi , Contoh, Jenis dan Unsur di Dalamnya


 

4. Setting Panggung

Setting panggung menjadi salah satu unsur dalam tarian yang paling mendapat perhatian. Pasalnya tarian ini kerap dibawakan oleh orang dalam jumlah besar, yakni sedikitnya 30 orang. Para penarinya sendiri terdiri dari pria dan wanita. 

5. Tata Rias dan Tata Busana

Penari Cakalele pria dirias menggunakan riasan sederhana. Busana yang dikenakan para pria terdiri dari celana berkain merah dan ikat kepala yang juga berwarna merah serta sebuah topi almunium yang dilengkapi dengan hiasan 2 bulu burung. Terkadang mereka tidak mengenakan penutup badan (atasan), tapi kadang juga ada yang menggunakannya.
Jika para pria mengenakan pakaian merah, para penari wanita justru mengenakan pakaian warna putih. Merahnya pakaian pria melambangkan keberanian sementara putihnya pakaian wanita melambangkan kesucian.

6. Properti Tari

Properti tari yang digunakan dalam tari cakalele adalah senjata tradisional Maluku yang berupa parang dan tameng salawaku. Senjata ini digunakan para penari pria dalam pementasan. Sementara para penari wanita hanya menggunakan properti berupa sapu tangan putih yang bernama lenso. 
 
 
 
 
Kostum
Penari laki-laki mengenakan pakaian adat warna merah. Warna merah melambangkan keberanian dan sifat laki-laki Maluku yang pantang menyerah.Pakaian itu terdiri dari penutup kepala atau tualipa, selempang atau salebutu, dan ikat pinggang atau goronamabiliku.Sedangkan penari perempuan mengenakan pakaian adat sederhana, dilengkapi sapu tangan atau lenso.

Semarang dan salawaku
Penari cakalele selalu dilengkapi peralatan perang berupa parang atau semarang dan perisai atau salawaku.Bagi orang Maluku, parang melambangkan martabat bangsa Maluku yang harus dijaga sampai mati. Salawaku yang digunakan bisanya dihiasi dengan motif tertentu yang dibuat berdasarkan perhitungan tertentu sehingga mampu menangkis serangan musuh. 

Tarian adat
Cakalele merupakan tarian adat untuk memberikan semangat juang bagi para lelaki Maluku. Tarian ini diadakan sebagai rangkaian pesta adat sebelum para lelaki Maluku mengarungi lautan untuk pergi berperang atau mencari nafkah.

Roh yang mengamuk
Saat tarian dilakukan, kadang ada penari yang kerasukan roh. Oleh sebab itu, tarian ini disebut cakalele. Cakalele dalam bahasa Ternate terdiri dua kata, caka artinya roh, dan lele artinya mengamuk. Sehingga cakalele berarti roh yang mengamuk.
Konon, dalam perang sesungguhnya, para penari yang sudah kerasukan roh akan berteriak-teriak mengeluarkan kata-kata Aulee... Aulee... yang berarti banjir darah!

Kekayaan budaya Maluku
Pada zaman dahulu, cakalele merupakan tarian perang. Meski semua sudah dalam keadaan tenang dan damai, tarian perang cakalele tetap hidup menjadi kekayaan budaya bangsa Maluku.
Pak Klion Silulu, seorang penari cakalele di Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, menjelaskan bahwa sekarang tarian cakalele telah berkembang menjadi tiga macam. Yaitu, cakalele untuk menyambut tamu, cakalele untuk upacara adat, dan cakalele untuk berperang.
Namun pada kenyataannya, tarian cakalele untuk berperang tidak pernah dilakukan lagi. Itu karena, pada zaman sekarang sudah tidak ada lagi perang. 

Video

 

 

Related Posts

Pengertian Tari Cakalele, Gerakan, Tata Rias ( Tarian Perang dari Maluku)
4/ 5
Oleh