Senin, 17 Juni 2019

Walewangko - Rumah Adat Sulawesi Utara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar


Pulau Sulawesi merupakan satu dari lima pulau besar di Indonesia. Bentuknya yang menyerupai huruf K ini dibagi lagi ke dalam beberapa wilayah. Salah satunya adalah Provinsi Sulawesi Utara dengan ibukota Manado. Sudah pernah berkunjung ke tempat ini? Provinsi yang terdiri atas 11 kabupaten dan 4 kota ini tersohor karena beberapa hal. Salah satunya tentulah nilai budaya. Pernah mendengar nama Walewangko? Istilah ini merujuk pada rumah tradisional suku Minahasa yang mendiami Sulawesi Utara. Kini, ia juga dikenal luas sebagai rumah adat Sulawesi Utara
 

Rumah Adat Sulawesi Utara

Adapun bila kita berbicara mengenai ikon budaya Provinsi Sulawesi Utara, maka yang paling sering diangkat di kancah nasional adalah budaya suku Minahasa. Termasuk dalam hal ini adalah ketika kita berbicara tentang rumah adat Sulawesi Utara.
Desain bangunan yang telah ditetapkan secara resmi menjadi desain rumah adat Sulawesi Utara adalah desain rumah Walewangko. Desain ini adalah desain rumah adat bagi penduduk Minahasa. Walewangko atau juga bisa disebut rumah Pewaris memiliki beberapa keunikan dan ciri khas tersendiri baik dari segei arsitektur, maupun struktur bangunannya. Nah, di kesempatan ini kami akan mengulas keunikan-keunikan tersebut sebagai referensi bagi Anda. Bila Anda tertarik, silakan simak pembahasan berikut ini.


Baca Juga:

Banua Tada - Rumah Adat Sulawesi Tenggara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar



Arsitektur dan Struktur Rumah

Sama seperti kebanyakan rumah tradisional di Sulawesi, rumah adat Walewangko juga berstruktur panggung dan terbuat dari material yang berasal dari alam. Kayu-kayuan digunakan untuk bagian tiang, lantai, dinding, dan perlengkapan rumah lainnya. Sementara atapnya menggunakan bahan daun rumbia, meskipun belakangan bahan dari seng atau genting tanah lebih sering digunakan.
Struktur tiang pada rumah adat Sulawesi Utara ini memungkinkan adanya tangga yang berfungsi sebagai jalan masuk seseorang yang hendak naik ke atas rumah. Terdapat 2 tangga pada rumah adat Minahasa ini, satu terletak di kiri, dan satu lagi terletak di kanan rumah secara simetris.
Secara keseluruhan, desain rumah Walewangko bisa dikatakan sudah seperti desain rumah modern. Sistem sirkulasi udara yang dimiliki dengan adanya jendela dan ventilasi dalam jumlah banyak memungkinkan rumah adat ini begitu nyaman untuk dihuni.

 

Fungsi Rumah Adat

Selain berfungsi sebagai ikon budaya masyarakat suku Minahasa, rumah adat Sulawesi Utara ini pada masa silam juga berfungsi sebagai tempat tinggal tetua adat. Untuk menunjang fungsi praktis tersebut, rumah ini dibagi ke dalam beberapa bagian ruang utama, yaitu yang disebut Lesar, Sekey, dan Pores.
Lesar atau bagian depan adalah ruangan yang digunakan para tetua adat dan kepala suku saat hendak memberikan wejangan atau maklumat pada para warga. Bagian ini bisa juga disebut teras atau beranda karena tidak dilengkapi dinding sehinggga dapat pula digunakan sebagai tempat bersantai atau mengobrol sesama anggota keluarga dan tetangga.
Sekey atau serambi depan. Berbeda dengan Lesar yang tanpa dinding, sekey justru dilengkapi dengan dinding tertutup yang terbuat dari kayu. Letaknya persis berada di depan pintu masuk setelah kita melewati Lesar. Fungsi ruangan ini adalah untuk menerima tamu, mengadakan musyawarah, atau untuk tempat digelarnya upacara adat. Menilik fungsi tersebut sudah semestinya kita akan menemukan beragam hiasan dan pajangan etnik suku Minahasa di ruangan ini.
Pores. Ruangan ini adalah ruangan yang akan kita masuki setelah melewati Sekey. Ruangan ini digunakan untuk menerima kerabat dekat dan tempat bercengkrama bersama keluarga. Pada saat ada hajat atau acara adat, ruangan ini digunakan para ibu-ibu untuk berkumpul sementara para pria duduk di ruang Sekey. Ruang ini juga menjadi penghubung langsung dengan beberapa ruang lainnya seperti dapur di bagian belakang, tempat makan, dan kamar tidur.
Rumah Adat Sulawesi Utara

 

Ciri Khas dan Nilai Filosofi

Terdapat beberapa ciri khas yang dimiliki rumah adat Sulawesi Utara khas suku Minahasa ini yang membedakannya dengan rumah adat lain dari suku-suku yang ada di Nusantara. Beberapa ciri khas tersebut terletak pada desainnya yang simetris dari tampak depan, adanya 2 tangga sebagai pintu masuk yang arahnya saling berlawanan, serta adanya pagar berukir yang mengelilingi ruang serambi depan. Nah, demikianlah yang dapat kami sampaikan tentang rumah adat Walewangko atau rumah adat Pewaris khas Suku Minahasa di Sulawesi Utara.
 
 

Rumah Pewaris

Nama lain dari Walewangko adalah Rumah Pewaris. Rumah adat yang satu ini memiliki tampilan fisik yang apik. Ia secara umum digolongkan sebagai rumah panggung. Tiang penopangnya dibuat dari kayu yang kokoh. Dua di antara tiang penyanggah rumah ini, konon kabarnya, tak boleh disambung dengan apapun. Bagian kolong rumah pewaris ini lazim dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil panen atau godong.

Seperti rumah adat lainnya, rumah adat Sulawesi Utara ini dibagi juga ke dalam beberapa bagian utama antara lain:
  1. Bagian depan yang dikenal juga dengan istilah lesar. Bagian ini tidak dilengkapi dengan didnding sehingga mirip dengan beranda. Lesar ini biasanya digunakan sebagai tempat para tetau adat juga kepala suku yang hendak memberikan maklumat kepada rakyat.
  2. Bagian selanjutnya adalah Sekey atau serambi bagian depan. Berbeda dengan Lesar, si Sekey ini dilengkapi dengan dinding dan letaknya persis setelah pintu masuk. Ruangan ini sendiri difungsikan sebagai tempat untuk menerima tetamu serta ruang untuk menyelenggarakan upacara adat dan jejamuan untuk undangan.
  3. Bagian selanjutnya disebut dengan nama Pores. Ia merupakan tempat untuk menerima tamu yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pemilik rumah. Terkadang ruangan ini juga digunakan sebagai tempat untuk menjamu tamu wanita dan juga tempat anggota keluarga melakukan aktifitas sehari-harinya. Pores ini umumnya bersambung langsung dengan dapur, tempat tidur dan juga makan.
Jika kita cermati, keunikan rumah pewaris ini terletak dari arsitektur depan rumah. Perhatikan saja susunan tangga yang berjumlah dua dan terletak di bagian kiri dan kanan rumah. Konon kabarnya, dua buah tangga ini berkaitan erat dengan kepercayaan suku Minahasa dalam mengusir roh jahat. Apabila roh tersebut naik melalui tangga yang satu maka serta merta ia akan turun lagi melalui tangga lainnya. 
 
 
 


Rumah adat Bolaang Mangondow


Selain rumah pewaris atau Walewangko, dikenal juga rumah adat Sulawesi Utara lainnya yakni Bolaang Mangondow. Rumah yang satu ini memiliki atap yang melintang dengan bubungan yang sedikit curam. Bagian tangganya ada di depan rumah dengan serambi tanpa dinding. Adapun ruang dalam terdiri atas ruang induk dan ruang tidur. Ruang induk ini terdiri atas ruang depa, tempat makan juga tempat tidur serta dapur yang ada di bagian belakang rumah. 
 
 
Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Sulawesi Utara

  • rumah adat sulawesi utara bolaang mongondow
  • rumah adat sulawesi utara tts
  • gambar rumah adat sulawesi utara dan keterangannya
  • berikut ini rumah adat dari sulawesi utara adalah
  • tarian adat sulawesi utara
  • senjata tradisional sulawesi utara
  • keunikan rumah adat walewangko
  • arsitektur tradisional sulawesi utara

Related Posts

Walewangko - Rumah Adat Sulawesi Utara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh