Senin, 03 Juni 2019

Rumah Tambi - Rumah Adat Sulawesi Tengah Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

Rumah Tambi adalah rumah adat atau rumah tradisional dari provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Rumah adat ini berbentuk panggung yang atapnya sekaligus berguna sebagai dinding. Rumah Tambi merupakan rumah bagi suku Kaili dan suku Lore yang umumnya merupakan rumah penduduk setempat serta beberapa wilayah di Sulawesi Tengah menjadikan rumah ini sebagai rumah bagi kepala adat. Yang membedakannya adalah jumlah anak tangga untuk menaiki rumah, di mana rumah Tambi yang digunakan sebagai rumah kepala adat jumlah anak tangganya ganjil, sedangkan untuk penduduk biasa anak tangganya berjumlah genap. Alas rumahnya terdiri dari balok-balok yang disusun, sedangkan pondasinya terdiri dari batu alam. Tangga untuk naik tersebut terbuat dari daun rumbia atau daun bambu yang dibelah dua.


Arsitektur

Struktur rumah Tambi adalah berupa rumah panggung dengan tiang penyangga yang pendek dan tingginya tidak lebih dari satu meter. Tiang penyangga ini jumlahnya 9 buah serta saling ditempelkan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan pasak balok kayu. Tiang-tiang ini biasanya terbuat dari bahan dasar kayu bonati, yaitu sejenis kayu hutan yang bertekstur kuat dan tidak mudah lapuk. Tiang-tiang tersebut menyangga rangka lantai yang terbuat dari papan sebagai dasar. Papan disusun rapat dan luas lantai rumah Tambi adalah sekitar 5 meter dikali 7 meter.

Untuk ruangannya, rumah Tambi hanya memiliki satu ruangan saja yaitu ruang utama. Meskipun hanya satu ruangan besar tapi memiliki fungsi yang bermacam-macam. Kegiatan sehari-hari mulai dari memasak, tidur, menerima tamu, semuanya dilakukan hanya dalam satu ruangan tersebut. Untuk melengkapinya, diberi dua bangunan tambahan di luar rumah sebagai penunjang kegiatan lainnya yang tidak bisa langsung dilakukan di rumah utama, yaitu Pointua dan Buho atau Gampiri. Pointua adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat penumbuk padi, yang di dalamnya terdapat sebuah lesung panjang bernama Iso dengan jumlah 4 tiang. Sementara Buho adalah bangunan yang mirip dengan rumah Tambi utama namun memiliki dua lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu, sementara lantai atas berfungsi sebagai lumbung padi, sebelum dibawa ke Pointua untuk ditumbuk dan diproses lebih lanjut.

Bagian atap rumah tambi berbentuk prisma dengan sudut kecil pada bagian paling atas sehingga terlihat tinggi dan dapat menaungi rumah secara keseluruhan. Atapnya terbuat dari ijuk atau daun rumbia yang memanjang ke bawah sekaligus berfungsi sebagai dinding luar rumah.

Jika ingin membangun rumah Tambi, syarat utama yang harus dipenuhi adalah rumah menghadap kearah utara-selatan, sehingga tidak boleh menghadap maupun membelakangi posisi matahari terbit dan terbenam jika anda sekilas melihat bentuk atau konstruksi rumahnya maka bentuknya seperti jamur dengan prisma yang terbuat dari daun rumbia serta ijuk seperti yang telah dijelaskan sebelumnya


Baca Juga:

Tongkonan Toraja - Rumah Adat Sulawesi Selatan Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar


Fungsi

Rumah tambi utamanya berfungsi sebagai rumah bagi masayarakat pada umumnya, terutama masyarakat suku Kaili dan suku Lore. Berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat juga dilakukan dalam rumah ini mulai dari memasak, makan, istirahat, menerima tamu, hingga kegiatan lainnya. Rumah tambi juga berfungsi sebagai tempat tinggal bagi ketua adat dan menyelenggarakan pertemuan. Dan tidak ketinggalan, rumah Tambi adalah simbol dari provinsi Sulawesi Tengah sehingga beberapa kantor pemerintahan juga mengadopsi gaya bangunan dari rumah Tambi, hanya saja ruangannya lebih dari satu.

Kendati berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah adat Sulawesi Tengah ini tidak seperti rumah adat Indonesia lainnya yang terbagi atas ruang-ruang khusus. Bagian dalam rumah Tambi tidak terpisahkan melainkan hanya terdiri dari 1 ruangan besar yang multi fungsi. Kegiatan sehari-hari, mulai dari memasak, menerima tamu, tidur, beristirahat, bercengkrama bersama keluarga, semuanya dilakukan di ruangan tersebut.
Menyadari bahwa rumah Tambi hanya terdiri dari 1 ruangan saja, maka masyarakat Kaili dimasa silam kemudian melengkapi rumah adatnya dengan 2 bangunan tambahan, yaitu Buho atau Gampiri dan Pointua. Buho adalah rumah khusus yang bentuknya seperti rumah Tambi terletak tidak jauh dari rumah utama. Rumah Buho adalah bangunan yang khusus terdiri dari 2 lantai, lantai pertama digunakan sebagai tempat menerima tamu dan lantai kedua digunakan sebagai lumbung padi. Sementara Pointua adalah rumah yang khusus digunakan untuk tempat menumbuk padi. Di dalamnya terdapat sebuah lesung panjang yang bertian empat yang bernama Iso. Jika lesung berbentuk bulat maka disebut Iso Busa.




Simbol

Bentuk bangunan serta ukiran yang terdapat di dalam rumah Tambi memiliki lambang atau simbol tertentu. Apabila dilihat secara langsung, rumah Tambi dominan berbentuk segitiga, di mana segitiga ini melambangkan dua relasi horizontal dan vertikal . Garis horizontal yang menjadi alas atau dasar dari segitiga melambangkan hubungan antar sesama manusia, sementara dua garis vertikal yang merupakan kaki segitiga melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Biasanya di bagian atap depan atau di dalam ruang utama akan terdapat sepasang tanduk kerbau/ kepala kerbau yang disebut pebaula. Pebaula ini melambangkan kekayaan dan kekuasaan dari sang pemilik rumah. Selain itu, terdapat ukiran lain yang disebut bati yang datang dengan corak yang beragam seperti kerbau, ayam, dan babi, di mana bati melambangkan kesejahteraan dan kesuburan. 

Baca Juga:

Rumah Boyang - Rumah Adat Sulawesi Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar



Ciri Khas dan Nilai Filosofi

Dari pemaparan mengenai arsitektur dan struktur bangunan serta fungsi rumah adat ini di masa silam, kita dapat menyimpulkan beberapa ciri khas yang dimiliki rumah Tambi yang membedakannya dari rumah adat lain di Indonesia. Ciri khas rumah adat Sulawesi Tengah ini antara lain:
  1. Berupa rumah panggung dengan tiang pendek berukuran < 1 meter yang menyangga tegaknya rumah.
  2. Memiliki atap berbentuk prisma dengan sudut sempit di bagian atasnya. Atap ini selain berfungsi sebagai peneduh juga berfungsi sebagai dinding rumah.
  3. Pada bagian tangga, pintu dan dinding terdapat ornamen-ornamen berupa pahatan motif khas suku Kaili seperti ukiran pebaula (kepala kerbau) sebagai simbol kekayaan dan ukiran bati (ukiran berbentuk kepala kerbau, ayam dan babi) sebagai simbol kesejahteraan dan kesuburan.
 
 
Apa Saja Keunikan Rumah Adat Tradisional Tambi dari Sulawesi Tengah?

 
Ada banyak keunikannya, hanya saja dalam kesempatan yang singkat ini, kami tidak kuasa menyampaikan banyak poin, melainkan hanya 4 (empat) saja. Simak informasinya berikut ini.

1. Rumah Untuk Masyarakat Umum  
Ulasan terkait dengan hal unik dari Rumah Tambi Sulawesi Tengah
Dalam kehidupan sosial, ada beberapa lapisan masyarakat yang pada zaman dahulu dibagi menjadi dua saja, yaitu “masyarakat umum dan bangsawan”.
Nah, rumah adat Tambi ialah rumah adat yang dipakai sebagai tempat tinggal oleh masyarakat umum Sulawesi Tengah. Hal ini sebuah penegasan bahwa keberadaan rumah adat Tambi dibuat bukan untuk golongan bangsawan. 

2.  Ukurannya Kecil
Uraian tentang rumah Tambi yang keren dan memiliki ciri khas menarik
Karena digunakan oleh masyarakat umum, maka ukuran dari rumah ini tidaklah besar baik rumah maupun ruangan yang berada di dalam.
Rumah ini berukuran kecil dikarenakan hanya digunakan untuk tempat tinggal masyarakat umum. Adapun ukuran rumah ini segi persegi panjang dengan ukurannya rata-rata 7×5 m2.3. Struktur Rumah Tidak Terlalu Tinggi 
Berstruktur rumah panggung dan tidak terlalu tinggi, serta pondasi rumah ini berupa batu berbentuk persegi yang besar. Batu yang digunakan sebagai pondasi ialah apa yang disebut dengan batu alam.

3. Beratapkan Ijuk
Review mengenai hal unik dari rumah tradisional Tambi untuk para pembaca
Dampak dari atap ijuk ialah menghasilkan udara yang dingin didalam rumah. Beda dengan rumah jika memakai alat penutup seng.   
Kabar buruknya, apakah saat ini masih memakai ijuk? Bisa saja terjadi perubahan. 

4. Jumlah Anak Tangga Ganjil – Genap 
Beda yang punya, maka beda pulalah anak tangga pada rumah adat Tambi. Pada anak tangga bagi penghuni rakyat biasa berjumlah ganjil, sedangkan untuk tetua adat umumnya berjumlah genap.
Ok, demikian dahulu uraian atau topik tulisan keunikan rumah adat tradisional Tambi.
 
 
Nah, demikianlah sekilas penyampaian kami tentang arsitektur rumah adat Sulawesi Tengah dan penjelasannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah kecintaan kita pada peninggalan budaya nenek moyang kita.


 Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Sulawesi Tengah (Rumah Tambi)
  • keunikan rumah adat honai
  • keunikan rumah adat baileo
  • keunikan rumah adat tongkonan
  • pakaian adat sulawesi tengah
  • rumah adat honai berasal dari provinsi dan keunikannya
  • pakaian adat tambi
  • keunikan rumah adat lamin
  • rumah adat poso

Related Posts

Rumah Tambi - Rumah Adat Sulawesi Tengah Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh