Senin, 03 Juni 2019

Rumah Baloy - Rumah Adat Kalimantan Utara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

Rumah adat terkenal dari masyarakat Kalimantan Utara disebut Rumah Baloy. Rumah adat ini merupakan hasil kebudayaan seni arsitektur dari masyarakat suku Tidung, Kalimantan Utara. Seperti suku lainnya, suku Tidung ini mempunyai kebudayaan dan model rumah adat sendiri. Walaupun rumah adat ini masih menggunakan sejumlah tiang tinggi pada bagian bawahnya, bentuk bangunan rumah adat ini terlihat lebih modern dan modis. Diduga rumah adat ini adalah hasil pengembangan arsitektur Dayak dari Rumah Panjang (Rumah Lamin) seperti yang dihuni oleh suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur


Seputar Suku Tidung

Suku Tidung di Kalimantan Utara adalah salah satu dari 420 suku Dayak yang ada di Kepulauan Kalimantan. Namun setelah agama dan budaya Islam masuk, sebutan yang awalnya suku Dayak Tidung diganti menjadi Suku Tidung. Salah satu kekayaan suku Tidung adalah rumah adat Baloy.
Dilihat dari desainnya, rumah Baloy mirip dengan rumah adat Lamin dari Kalimantan Timur. Bahkan para ahli menyebutkan rumah adat Baloy merupakan hasil pengembangan arsitektur dari rumah adat Lamin.

Rumah Baloy konsepnya adalah rumah panggung, sebagian besar bangunannya menggunakan bahan kayu khas Kalimantan yang terkenal, yaitu kayu ulin. Selain terkenal kuat, kayu ini tidak akan lapuk jika terkena air, malah sebaliknya kayu menjadi lebih kuat seperti besi.
Ada banyak keunikan rumah Badoy yang menarik untuk diketahui dan dipelajari. Salah satunya adalah dari segi pembagian ruangan dan ciri khasnya. Berikut pembahasannya.


Karakteristik Rumah Baloy

Rumah adat ini berbahan dasar kayu ulin. Rumah Baloy dibangun menghadap ke utara, sedangkan pintu utamanya menghadap ke selatan. Di dalam Rumah Baloy terdapat empat ruang utama yang biasa disebut Ambir, yaitu :
  1. Ambir Kiri (Alad Kait), adalah tempat untuk menerima masyarakat yang mengadukan perkara, atau masalah adat.
  2. Ambir Tengah (Lamin Bantong), adalah tempat pemuka adat bersidang untuk memutuskan perkara adat.
  3. Ambir Kanan (Ulad Kemagot), adalah ruang istirahat atau ruang untuk berdamai setelah selesainya perkara adat.
  4. Lamin Dalom, adalah singgasana Kepala Adat Besar Dayak Tidung.
Pada bagian belakang Rumah Baloy ini, ada bangunan yang dibuat di tengah-tengah kolam yang disebut dengan Lubung Kilong. Bangunan ini adalah sebuah tempat untuk menampilkan kesenian suku Tidung, seperti Tarian Jepin.
Di belakang Lubung Kilong ini, ada lagi sebuah bangunan besar yang diberi nama Lubung Intamu, yaitu tempat pertemuan masyarakat adat yang lebih besar, seperti acara pelantikan (pentabalan) pemangku adat atau untuk acara musyawarah masyarakat adat se-Kalimantan. 


Baca Juga:

Rumah Panjang - Rumah Adat Kalimantan Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar






1. Struktur Bangunan Rumah

Suku Tidung di Kalimantan Utara sebetulnya merupakan salah satu dari 420 sub suku Dayak yang ada di Kalimantan. Akan tetapi, setelah budaya dan ajaran Islam masuk ke budaya suku ini, sebutan bagi suku Tidung yang awalnya adalah suku Dayak Tidung perlahan diganti dengan nama suku Tidung saja.
Karena suku Tidung adalah salah satu sub suku Dayak, desain rumah Baloy yang menjadi rumah adat suku Tidung juga mirip dengan rumah adat Lamin dari Kalimantan Timur. Beberapa ahli bahkan menyebutkan bahwa rumah Baloy merupakan rumah dengan hasil pengembangan arsitektur rumah adat Lamin.
Rumah Baloy merupakan rumah berdesain panggung dengan bahan keseluruhan terbuat dari kayu ulin. Kayu ulin adalah kayu khas Kalimantan yang terkenal sangat kuat struktur seratnya. Tidak seperti kayu jenis lain yang akan melapuk jika terkena air, kayu ulin justru akan semakin kuat dan semakin keras bila terpapar oleh air dalam waktu yang lama.
Sesuai dengan lingkungan tempat dibuatnya, yakni yang biasanya terletak di tepi pantai, rumah adat Baloy biasanya dilengkapi dengan ukiran-ukiran khas yang menggambarkan kearifan lokal daerah pesisir. Selain itu, rumah ini juga diatur sedemikian rupa supaya bangunannya menghadap ke arah utara dengan pintu utama menghadap ke selatan.

  

 

Fungsi Rumah Adat

Rumah Baloy sebetulnya tidak difungsikan sebagai rumah tinggal. Rumah adat Kalimantan Utara ini sejak dahulu lebih berfungsi sebagai balai adat atau tempat tinggal bagi kepala adat. Fungsi tersebut dapat kita lihat dari bagaimana penataan ruang bagian dalam rumah (disebut Ambir) yang lebih mengutamakan fungsi-fungsi sosial, di antaranya :
  1. Ambir Kiri atau Alad Kait, adalah ruangan untuk menerima seseorang atau masyarakat yang akan mengadukan perkara atau masalah adat.
  2. Ambir Tengah atau Lamin Bantong, adalah tempat bagi pemuka adat bersidang dalam memutuskan perkara adat.
  3. Ambir Kanan atau Ulad Kemagot, adalah tempat istirahat atau ruang untuk berdamai setelah perkara adat selesai diputuskan.
  4. Lamin Dalom, adalah singgasana bagi Kepala Adat Besar Dayak Tidung.

Rumah Adat Kalimantan Utara
Selain tersusun atas beberapa bagian ruangan dalam, rumah Baloy juga dilengkapi dengan beberapa bangunan luar yang memiliki fungsi sosial. Di bagian belakang rumah misalnya, terdapat sebuah kolam besar yang ditengahnya terdapat bangunan bernama Lubung Kilong. Bangunan ini digunakan sebagai panggung pagelaran kesenian daerah suku Tidung, seperti Tarian Jepen. Lubung Kilong ini dilengkapi pula dengan bangunan untuk tempat para penonton menyaksikan pertunjukan yang disebut Lubung Intamu. Selain digunakan sebagai tempat menonton pertunjukan, bangunan ini juga berfungsi sebagi tempat pertemuan masyarakat adat yang lebih besar, misalnya dalam acara pelantikan pemangku adat atau musyawarah adat.


Baca Juga:

Rumah Bubungan Tinggi - Rumah Adat Kalimantan Selatan Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

 

Ciri Khas Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah adat Kalimantan Utara, Baloy memiliki keunikan yang menjadi ciri khasnya dengan kandungan nilai filosofis yang menggambarkan pola hidup masyarakat Suku Tidung. Berikut ini ciri khas yang menjadi penanda perbedaan dengan rumah adat lainnya.
  • Ukiran dengan motif kehidupan laut di bagian risplang dan bagianatap rumah, menggambarkan bahwa masyarakat suku Tidung bermata pencaharian sebagai nelayan.
  • Ruangan di dalam rumah adat Baloy fungsinya berhubungan dengan aktivitas kehidupan sosial masyarakat. Hal ini menunjukkan masyarakat suku Tidung adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial, mengutamakan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan suatu masalah atau perbedaan tanpa kekerasan.
  • Rumah Baloy biasanya dibangun menghadap ke Utara dengan posisi pintu utama menghadap ke selatan
Nah, itulah pemaparan singkat yang dapat kami sampaikan mengenai Rumah Baloy sebagai rumah adat Kalimantan Utara mulai dari arsitektur, gambar, sejarah, dan fungsinya. Saat ini keberadaan rumah Baloy sudah jarang kita temukan. Salah satu tempat yang masih memungkinkan kita untuk menelusuri seluk beluk rumah adat satu ini adalah di kota Tarakan, tepatnya 1 kilometer dari Bandara Djuwata Kalimantan Utara.
 
 
 
Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Kalimantan Utara (Rumah Baloy)
  • tarian adat kalimantan utara
  • pakaian adat kalimantan utara
  • senjata adat kalimantan utara
  • baju dan rumah adat kalimantan utara
  • pakaian adat dan rumah adat kalimantan utara
  • rumah adat kalimantan tengah
  • rumah adat kalimantan barat
  • rumah adat kalimantan timur

Related Posts

Rumah Baloy - Rumah Adat Kalimantan Utara Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh