Selasa, 18 Juni 2019

Gapura Candi Bentar - Rumah Adat Bali Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar


RUMAH ADAT BALI – sudah dikenal mempunyai keindahan struktur bangunan yang luar biasa. Bahkan sudah diakui oleh banyak kalangan menjadi provinsi yang mempunyai banyak keunikan tersendiri.

Masyarakat Bali juga secara umum sudah dianggap mampu untuk mempertahankan budaya serta adat yang telah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang mereka. Walaupun sudah berpuluh-puluh tahun tercemar dengan banyaknya orang asing yang masuk.

Terutama oleh para wisatawan yang datang dan membawa banyak budaya-budaya baru. Salah satu dari bentuk kelestarian budaya asli Bali adalah desain rumah adat yang bisa Anda temukan di sana, dan sangat familiar serta hampir digunakan oleh semua penduduk asli Bali.

Nama rumah adat bali adalah Gapura Candi Bentar, rumah ini juga sudah resmi menjadi rumah adat Bali.


Rumah Adat Bali

Rumah adat satu ini adalah cerminan dari budaya Bali yang sarat akan nilai-nilai Hindu. Beragam keunikan dari sisi arsitekturnya maupun dari makna filosofis yang terkandung di dalamnya menjadikan rumah adat Bali ini begitu menarik untuk diketahui lebih detail. Nah, di artikel kali ini kami akan mengulas keunikan-keunikan dari rumah adat bernama Rumah Gapura Candi Bentar ini khusus untuk Anda.
 
 
 
 

Macam-Macam Bangunan Rumah Adat Bali

Arsitek yang biasa menangani rumah adat Bali tentunya memiliki pedoman tersendiri untuk membangun rumah adat tersebut. Misalnya berpedoman kepada kosala kosali, dengan begitu arsitek dapat mendesain rumah adat bali yang diinginkan. Dibawah ini beberapa bangunan rumah adat Bali :

1. Bangunan angkul-angkul

Angkul-angkul adalah bangunan yang menyerupai gapura yang juga memiliki fungsi sebagai pintu masuk. Ada hal yang membedakan angkul-angkul ini dengan yang lainnya, yaitu bangunan ini memiliki atap di atasnya.

2. Aling-Aling

Bangunan ini adalah bangunan yang berdominan sebagai pembatas  antara angkul-angkul dan pekarangan ruangan atau biasa di sebut dengan tempat suci. Ternyata aling-aling ini mempunyai arti tersendiri yaitu terkenal dengan adanya hal-hal positif yang masuk jika terdapat aling-aling di rumah tersebut.

3. Bangunan Sanggah

Bangunan sanggah adalah bangunan suci yang biasanya terletak di sebelah ujung timur laut dari rumah. Fungsi dari bangunan sanggah sebagai tempat sembahyang bagi keluarga besar yang biasa melakukan sembahyang umat hindu.

4. Rumah Adat Bale Manten

Bangunan satu ini adalah bangunan yang khusus untuk anak perempuan dan kepala keluarga. Bale tersebut berbentuk persegi panjang dan biasa diletakkan di sebelah timur. Di dalam ruangan bale tersebut terdapat 2 bale yang lainnya yang biasa terdapat di sebelah kanan dan juga kiri.


Struktur Ruangan Rumah

Nama Gapura Candi Bentar yang dimiliki rumah ini sebetulnya berasal dari desain gapura atau pintu masuknya yang diukir sedemikian rupa sehingga tampak seperti candi. Gapura ini berukuran cukup besar dan dibangun tanpa atap penghubung. Hanya ada 2 bangunan candi yang kembar saling berhadapan dan saling terpisah. Keduanya hanya dihubungkan oleh beberapa anak tangga dan pagar pintu yang biasanya dibuat dari besi.
 
Melongok ke bagian dalam pagar tembok (panyengker), kita akan melihat bahwa rumah adat Bali ini memang sarat dengan nilai-nilai Hindu. Terdapat sebuah bangunan suci di depan rumah yang biasa digunakan untuk bersembahyang. Sama seperti gapura, bangunan tempat ibadah yang bernama Sanggah atau Pamerajan itu juga dipenuhi dengan ukiran dan ornamen-ornamen khas Bali beserta totem-totem pemujaan. Di tempat inilah sesaji diletakan para wanita setiap hari.
Adanya tempat ibadah dalam desain rumah adat Bali merupakan bukti nyata kuatnya masyarakat Bali dalam memegang erat falsafah Asta Kosala Kosali. Falsafah ini mengatur hidup masyarakat Bali tentang hubunganya dengan Tuhan, hubungannya dengan manusia lain, dan hubungannya dengan alam.
Masuk ke bagian dalam rumah, kita akan melihat beberapa ruangan yang memiliki fungsinya masing-masing.
  1. Panginjeng Karang. Ruangan ini merupakan tempat untuk memuja yang menjaga pekarangan.
  2. Bale Manten. Ruangan ini merupakan tempat untuk tidur kepala keluarga, anak gadis dan tempat menyimpan barang-barang berharga. Bagian ini juga sering digunakan bagi pasangan yang baru menikah.
  3. Bale Gede atau Bale Adat. Ruangan ini merupakan tempat untuk upacara lingkaran hidup.
  4. Bale Dauh. Ruangan ini merupakan tempat untuk bekerja, digelarnya pertemuan, dan tempat tidur anak laki-laki.
  5. Paon. Ruangan ini merupakan dapur yang digunakan sebagai tempat memasak
  6. Lumbung. Ruangan ini merupakan tempat untuk penyimpanan makanan pokok, seperti padi dan hasil bumi lainnya.

Material Bangunan

Secara umum, material yang digunakan untuk membangun rumah Gapura Candi Bentar tidak dapat disamaratakan karena pengaruh tingkat ekonomi dan strata sosial pemiliknya. Untuk masyarakat biasa, dinding rumah ini biasanya dibangun menggunakan speci yang dibuat dari tanah liat (popolan), sementara untuk golongan bangsawan biasanya dibangun menggunakan tumpukan bata. Adapun atapnya sendiri bisa dibuat dari genting tanah, alang-alang, ijuk, atau sejenisnya sesuai dengan kemampuan finansial pemilik rumah.
 
 

Nilai-Nilai Dalam Rumah Adat Bali

Selain berfungsi sebagai ikon budaya dan tempat tinggal, rumah Gapura Candi Bentar nyatanya juga mengandung beragam nilai filosofis yang menggambarkan kearifan lokal budaya Masyarakat Bali.
Rumah Adat Bali (Gapura Candi Bentar)
Dalam pembangunan misalnya, rumah adat ini dibuat melalui serangkaian proses panjang, mulai dari proses pengukuran tanah (nyikut karang), ritual persembahan kurban dan mohon izin kepada leluhur untuk mendirikan rumah (caru pengerukan karang), ritual peletakan batu pertama (nasarin), proses pengerjaan, dan kemudian ditutup dengan upacara syukuran saat rumah selesai dibangun. Semua ritual tersebut pada intinya dilakukan dengan tujuan agar rumah yang didirikan dapat memberikan manfaat terbaik bagi si pemilik rumah.

Ada pula beberapa aturan lain yang terdapat dalam tata letak dan pengaturan bagian rumah adat Bali ini. Umumnya, sudut utara dan timur rumah menjadi tempat yang disucikan, sementara sudaut barat dan selatan memiliki derajat kesucian yang lebih rendah. Hal ini membuat kita selalu menemukan tempat ibadah di sudut utara dan timur, dan tempat buang air, kamar mandi, dan penjemuran berada di sudut barat dan selatan.


Baca Juga:

Rumah Boyang - Rumah Adat Sulawesi Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar



Struktur Ruangan Rumah Dan Fungsinya

Nama gapura bentar ternyata memiliki keunikan tersendiri dengan desain pintu utama untuk masuk yang begitu besar yang sengaja tidak di kasih pembatas. Terdapat ukiran yang begitu unik sekali sehingga menyerupai seperti halnya candi.
Jika kalian masuk ke dalam dan melihat sebagian pagar tembok, maka tak terbayang pada pikiran anda tentang keragaman kehidupan pada bali yang masih kental.
Di depan rumah juga terdapat semacam gapura atau biasa orang bali menyebutnya yaitu singgah. Tempat ini biasa digunakan oleh umat hindu dalam melakukan sembahyang atau beribadah kepada tuhannya.

Dengan begitu gapura atau tempat singgah yang biasa orang Bali menyebutnya itu semakin membuktikan betapa kuatnya dan begitu kentalnya masyarakat Bali memegang adat yang sudah diwariskan kepada masyarakatnya yang erat dengan falsafah asta kosala kosali.
Jika kita sudah masuk ke bagian dalam rumah, maka kita banyak menemukan berbagai ruangan dan begitu juga fungsinya, diantaranya:

1. Penginjeng Karang

Tempat satu ini merupakan tempat pemujaan yang khusus menjaga pekarangan, bukan untuk ibadah, karena tempat ibadah yang  dimiliki berada di depan rumah. Pemujaan ini biasanya ada waktu puja sendiri.

2. Bale Manten

Dari namanya saja sudah bisa di tebak kalau tempat ini condong ke tempat yang berbau dengan yang namanya pengantin. Ternyata tempat ini adalah suatu ruangan
Kamar yang biasa di gunakan oleh kepala keluarga atau anak gadis atau bahkan tempat untuk penyimpanan barang.  Tak jarang ruangan ini juga di gunakan sebagai tempat pasangan pengantin yang baru menikah.

3. Bale Gede Atau Bale Adat

Bale itu di ambil dari kata balai yang biasa di artikan sebagai tempat kumpul. Di rumah adat bali itu terdapat bale atau balai gede dan juga bale adat yang biasa di gunakan sebagai tempat kumpulnya keluarga besar atau sekedar pertemuan-pertemuan adat atau kepala suku.

4. Bale Dauh

Bale dauh adalah sebuah ruangan yang khusus di gunakan untuk anak lelaki, ditempati oleh anak lelaki yang terdapat di rumah adat tersebut. Terkadang bale dauh itu di gunakan sebagai tempat kerja atau digunakan sebagai tempat diadakannya pertemuan-pertemuan pekerjaan.
Jika keluarga yang menempati rumah adat tersebut dan memiliki putra laki-laki biasanya di ruangan sini lah putranya tidur.

5. Paon

Paon itu diartikan sebagai dapur tempat memasak, jadi rumah adat tersebut memiliki tempat untuk memasak sendiri yang di artikan sebagai paon. Ruangan ini biasanya terletak di belakang rumah adat.

6. Lumbung

Lumbung itu adalah tempat khusus yang digunakan untuk tempat penyimpanan. Tidak semua barang yang di simpan di letakkan di lambung ini, akan tetapi lambun tersebut khusus digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan pokok, misalnya padi, jagung dan masih banyak lagi.


 Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Bali
  • keunikan rumah adat bali
  • ciri khas rumah adat bali
  • material rumah adat bali
  • asal usul rumah adat bali
  • kearifan lokal dalam seni arsitektur rumah adat bali
  • sejarah rumah adat bali
  • konstruksi rumah adat bali
  • bale dangin rumah adat bali

Related Posts

Gapura Candi Bentar - Rumah Adat Bali Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh