Selasa, 18 Juni 2019

Dolohupa dan Bandayo Pamboide - Rumah Adat Gorontalo Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

Karakteristik Rumah Adat Gorontalo

Rumah adat Gorontalo merupakan rumah berbentuk segiempat dengan perbandingan panjang, lebar, dan tinggi yang proporsional dan menggunakan struktur panggung. Rumah panggung (bele) disokong oleh tiga jenis tiang, yaitu dua tiang utama (wolihi), enam tiang depan/serambi, dan sejumlah tiang dasar (potu). Jumlah potu berbeda-beda untuk setiap jenis rumah, yaitu 32 untuk rumah raja, 28 untuk rumah golongan menengah, dan 20 untuk rumah rakyat biasa.

Secara vertikal rumah adat Gorontalo menganalogikan kepala, badan, dan kaki. Kepala diwakili oleh atap yang bagian dalamnya dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan. Badan adalah bagian rumah induk. Kaki adalah kolong/tiang rumah (tahuwa) yang dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti menyimpan hasil bumi dan alat-alat pertanian. 

 Sementara itu, tata ruang horizontal rumah adat Gorontalo secara umum terdiri dari beranda/serambi depan (sulambe) untuk menerima tamu pria; ruang tengah (duledehu) untuk menerima tamu wanita; ruang tidur (huali); dan ruang-ruang bagian belakang (dulawonga) untuk mengaso; dan ruang belakang atau dapur (depula) yang terpisah dan dihubungkan dengan selasar. Rumah raja tidak memiliki dapur karena makanan raja dimasak di luar “istana”. Namun, di kanan kiri rumah ada serambi (hantaleya) tempat pengawal berjaga.

 

Baca Juga:

Rumah Tambi - Rumah Adat Sulawesi Tengah Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

 

Nilai Filosofis Dan Keindahan Arsitektural

Meskipun rumah adat Gorontalo berbeda ukuran, tata ruang, dan estetikanya, tetapi semua mengemban nilai-nilai filosofis yang kuat. Nilai filosofis terutama dari ajaran agama (Islam) serta adat istiadat dan kepercayaan masyarakat tradisional Gorontalo.

Sebagai contoh, atap susun dua dan dua tiang wolihi melambangkan adat dan syariat. Tiang wolihi juga lambang ikrar persatuan/kesatuan abadi Gorontalo-Limboto. Jumlah anak tangga 5 s/d 7 berdasarkan Lima Rukun Islam serta lima prinsip hidup masyarakat Gorontalo; dan 7 tingkatan nafsu manusia. Lima prinsip hidup adalah keturunan dijaga, negeri dibela, diri diabdikan, harta diwakafkan, dan nyawa sebagai taruhan; tujuh tingkatan nafsu manusia adalah amarah, lauwamah, mulhimah, muthmainnah, rathiah, mardhiah, dan kamilan.

Secara arsitektural, keindahan rumah adat Gorontalo terlihat dari keseluruhan desain rumah panggung. Untuk menaiki rumah pada bagian depan dibuat dua tangga adat (tolitihu) yang simetris yang bermuara pada serambi atau anjungan.

Kesan artistik bangunan didukung dengan pemilihan kayu dan material alami lain untuk elemen-elemen rumah. Misalnya, konstruksi atap kayu ditutup rumbia; dinding dan lantai tersusun dari papan kayu; pilar-pilar kayu kokoh menyokong bangunan; dan sebagainya.

Keunikan dan nilai artistik juga terpancar dari berbagai bentuk arsitektural dan ornamen khas sebagai hiasan. Misalnya, desain pintu dan jendela; desain railing pada serambi dan tangga; penerapan ukir-ukiran pada tiang kayu ataupun hiasan ornamen pada lisplang, plafon, dan sebagainya.
 

 

Rumah Adat Gorontalo

Nah, dikesempatan artikel kali ini kami akan mengulas kedua rumah adat Gorontalo tersebut secara lengkap mulai dari gaya arsitektur, struktur bangunan, fungsi, serta penjelasannya. Bagi Anda yang tertarik untuk memperoleh wawasan budaya tentang kedua rumah adat ini, silakan simak pembahasan berikut!
 

1. Rumah Adat Dolohupa

Dalam bahasa Gorontalo, Doluhapa berarti “Mufakat”. Nama tersebut sesuai dengan fungsi rumah adat satu ini yang memang sering digunakan untuk bermusyawarah untuk mencapai mufakat dalam perkara adat di masa pemerintahan raja-raja Gorontalo di masa silam. Rumah Doluhapa juga digunakan sebagai tempat mengadili seseorang yang melakukan tindakan kejahatan. 
 
Ada 3 hukum yang digunakan dalam pengadilan yang dilakukan di rumah adat Doluhupa, yaitu hukum pertahanan dan keamanan yang digunakan untuk mengadili prajurit atau bisa dikatakan pengadilan militer (Buwatulo Bala), hukum agama Islam (Buwatulo Syara), dan hukum adat (Buwatulo Adati).
Dari segi desain arsitekturnya sendiri, rumah adat Gorontalo ini terbilang unik. Rumah adat ini memiliki struktur panggung dengan tiang atau pilar yang berukir sedemikian rupa sebagai hiasan. Atapnya dibuat dari jerami berkualitas yang dianyam, sementara bagian rumah lainnya seperti lantai, dinding, pagar, dan tangga terbuat dari bilah atau papan kayu.

Bagian dalam rumah adat Doluhupa tidak terbagi menjadi beberapa ruangan melainkan langsung berupa satu ruangan plong berukuran besar. Di masa sekarang, ruangan ini tidak lagi digunakan untuk mengadili seseorang. Ruangan ini beralih fungsi dan lebih sering digunakan sebagai tempat untuk melangsungkan upacara pernikahan adat, atau kegiatan adat lainnya.
Ada satu bagian yang unik dari rumah adat Gorontalo ini. selain kita dapat menemukan adanya anjungan yang terletak di bagian depan rumah, kita juga dapat melihat adanya 2 tangga yang saling berhadapan secara simetris di bagian depan rumah sebagai jalan masuk. Tangga ini dalam bahasa Gorontalo disebut Tolitihu.
Rumah Adat Gorontalo Bandayo Pamboide

 

Rumah Adat Bandayo Pamboide

Jika rumah adat Doluhapa lebih sering digunakan sebagai tempat mengadili seseorang, maka rumah adat Bandayo Pamboide ini justru kerap digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan gedung pertunjukan adat. Fungsi ini sesuai dengan nama rumah adat ini, Bandayo yang berarti gedung sementara Pambide berarti tempat bermusyawarah. Bandayo Pamboide dan Doluhapa juga berbeda dari segi arsitektur interiornya. Jika rumah adat Doluhapa tidak memiliki sekat dan hanya terdiri atas satu ruangan saja, maka rumah Bandayo Pamboide justru terbagi 
 
 
 
 
 
Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Gorontalo
  • rumah adat gorontalo biasa disebut dengan
  • sketsa rumah adat gorontalo
  • struktur rumah adat gorontalo
  • rumah adat gorontalo bantayo poboide
  • pakaian adat gorontalo
  • rumah adat provinsi gorontalo biasa disebut dengan
  • rumah adat gorontalo dan keunikannya
  • rumah gorontalo dan keunikannya

Related Posts

Dolohupa dan Bandayo Pamboide - Rumah Adat Gorontalo Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh