Rabu, 15 Mei 2019

Tari Yapong Tarian Tradisional Dari Jakarta Lengkap Dengan Penjelasnnya

Tari Yapong merupakan suatu bentuk tarian dari Jakarta yang diciptakan untuk sebuah pertunjukan.[1] Tarian ini bukan jenis tarian pergaulan seperti tari daerah kebanyakan, misalnya tari Jaipong dari Jawa Barat. Namun dalam perkembangannya, tarian ini sering dijadikan sebagai tari pergaulan untuk mengisi sebuah acara sesuai dengan permintaan karena tarian ini penuh dengan variasi di dalamnya. 


Asal Mula

Pada awalnya, tari Yapong dipertunjukkan dalam rangka mempersiapkan acara ulang tahun kota Jakarta ke-450 pada tahun 1977. Pada saat itu, Dinas Kebudayaan DKI mempersiapkan sebuah acara pagelaran tari massal dengan mengangkat cerita perjuangan Pangeran Jayakarta. Pagelaran berbentuk sendratari ini dipercayakan kepada Bagong Kussudiarjo untuk menyelenggarakan acara tersebut. Untuk mempersiapkan pagelaran itu, Bagong mengadakan penelitian selama beberapa bulan mengenai kehidupan masyarakat Betawi. Bagong melakukan penelitian tersebut melalui perpustakaan, film, slide maupun observasi langsung kepada masyarakat Betawi. Akhirnya, pagelaran ini berhasil dipentaskan pada tanggal 20 dan 21 Juni 1977 bertempat di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Pementasan tersebut didukung oleh 300 orang artis dan musikus yang ikut andil di dalamnya.

Tari ini merupakan tari yang gembira dengan gerakan yang dinamis dan eksotis. Dalam gerakan tarian Yapong diperlihatkan suasana yang gembira karena menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta. Adegan tersebut dinamai Yapong dan tidak mengandung arti apapun. Istilah tersebut muncul dari lagunya yang berbunyi ya, ya, ya, ya yang dinyanyikan oleh penyanyi pengiringnya serta suara musik yang terdengar pong, pong, pong, sehingga lahirlah “ya-pong” yang semakin lama berkembang menjadi Yapong.


Perkembangan Seni Tari

Seusai pementasan sendratari tersebut, Pusat Latihan Tari (PLT) Bagong Kussudiarjo beserta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta mengubah tari Yapong dari bentuk sendratari dan mengembangkannnya menjadi tarian lepas.


Akulturasi Budaya

Adapun corak dalam busana yang dikenakan para penarinya merupakan pengembangan dari pakaian tari Kembang Topeng Betawi. Hal tersebut tampak jelas dari bentuk serta ragam hias tutup kepala serta selempang yang dikenakan di dada, yang disebut dengan toka-toka. Tari Yapong diwarnai oleh tari rakyat Betawi, kemudian diolah dengan dimasukkannya unsur-unsur tari pop, di antaranya terdapat unsur tari daerah Sumatra. Karena budaya Betawi banyak dipengaruhi unsur-unsur budaya Tionghoa, maka dalam tarian Yapong juga terdapat unsur kesenian Tionghoa, misalnya pada kain yang dikenakan oleh para penari terdapat motif naga dengan warna merah menyala yang identik dengan budaya Tionghoa. 


Baca Juga:

Tari Sekapur Sirih Asal Jambi : Sejarah, Gerakan, Iringan Tari, Tata Rias dan Tata Busana

 

1. Tema dan Makna Filosofi

Pada pertama kali kemunculannya, tari Yapong memang menjadi sebuah sendra tari atau gabungan seni drama yang dibungkus dalam tarian dengan lakon yang diperankan adalah kisah perjuangan Pangeran Jayakarta. Namun, pada perkembangannya, tarian ini lalu berubah menjadi tarian lepas yang tidak terikat pada suatu skenario. Fungsinya pun bergeser menjadi sekedar sarana hiburan rakyat dan sering dipentaskan dalam acara-acara kerakyatan seperti khitan, pernikahan, serta pesta rakyat.
 

2. Gerakan Tari Yapong

Tari Yapong tersusun dari beberapa ragam gerak, di antaranya gerak jalan megol lembehan kanan, enjer loncat, singgetan ngigel, dan gerak yapong.
  1. Gerak jalan megol lembehan kanan adalah posisi jalan ditempat dengan tangan kiri diletakkan di dada dengan ibu jari diletakkan di pinggul (untuk penari putra) dan menempel di dada (untuk penari putri).
  2. Enjer loncat adalah gerakan salah satu tangan dibengkokan dan tangan lain lurus, penari loncat kecil ke aras tangan yang dibengkokan. 
  3. Singgetan ngigel adalah posisi tangan berada di depan mata, lalu melakukan ngigel (berputar)
  4.  Yapong adalah gerakan tangan diletakkan di atas kepala, telapak tangan dibuka, lalu bergerak seperti menyapu angin ke kiri dan kanan.

 

3. Iringan Tari

Tari Yapong diiringi oleh tetabuhan alat musik tradisional yang berasal dari budaya Betawi, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, seperti Rebana Hadroh, Rebana Biang, Rebana Ketimpring, dan lain sebagainya. Bunyi tetabuhan rebana menjadi yang paling dominan dalam mengiringi setiap gerak yang dipertunjukan oleh penarinya.
 

4. Setting Panggung

Tari Yapong lebih sering dipentaskan oleh para penari wanita. Kendati demikian bukan berarti para pria tidak boleh memainkannya. Setting panggung tarian ini terdiri dari 5 sd 10 penari yang berjajar secara simetris sesuai dengan jumlah penarinya.
 

5. Tata Rias dan Tata Busana

Secara umum, tata busana atau kostum yang digunakan dalam tarian Yapong bersumber pada pengembangan kostum tari kembang Topeng khas Betawi. Hal ini tampak jelas dari adanya ragam hiasan kepala dan selempang merah di dada yang biasa di sebut toka-toka. Budaya Tionghoa juga tampak di desain kostum tari Yapong ini, misalnya dengan adanya kain bermotif naga merah yang menyala seperti motif pakaian pada pertunjukan opera Tionghoa.
 

6. Properti Tari

Tari Yapong tidak menggunakan properti pendukung. Setiap gerakan yang dipertunjukan murni mengandalkan keindahan permainan tangan tanpa ada benda pendukungnya. Nah, demikian sedikit uraian mengenai tari Yapong asal Betawi dan penjelasannya. Hingga kini tari Yapong masih kerap disajikan dalam acara-acara masyarakat Betawi. 
 
 

Bentuk Akulturasi Budaya Tari Yapong

Tari Yapong diciptakan di era modern namun tetap ingin menunjukkan adat budaya masyarakat Betawi, Tari Yapong adalah wujud akulturasi budaya. Berikut hal-hal yang mendasari terbentuknya Tari Yapong ini:

1. Berawal Dari Tarian Kontemporer

Unsur pop yang melambangkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang dimasukkan ke dalam tarian. Utamanya gerakan bertumpu pada tangan dan kaki. Penari menari dengan ekspresi wajah gembira untuk menunjukkan rasa suka cita yang ingin digambarkan dalam tarian. Seperti kegembiraan rakyat yang menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta, sosok pahlawan yang melekat di hati masyarakat Betawi pada masa penjajahan.
Karena termasuk jenis tarian kontemporer, tarian tidak terikat pakem yang biasanya ada pada tari tradisional. Sehingga gerakan tarian terlihat dinamis dan perpindahan tempat para penari terjadi dengan cepat. Gerakan tari sering mengalami perkembangan dan banyak variasi dalam setiap pertunjukannya. Dapat dikatakan, setiap pertunjukan memiliki perbedaan dalam bentuk tarian, meski cerita yang diangkat tetaplah sama.

2. Meretas Ide Dari Tarian Tradisional Betawi Dan Tarian Tradisional Sumatera

Berbagai unsur dari berbagai jenis tarian tradisional seperti tarian rakyat Betawi dan Sumatera. Unsur-unsur dari tarian rakyat tradisional diambil dan digabungkan dengan unsur-unsur gerakan tarian pop. Tampak dari gerakan tarian yang sederhana namun memiliki dinamika yang cukup tinggi. Gerakan kaki, tangan, dan pinggul mengadopsi dari tarian tradisional. Sementara dinamisasi gerakan adalah budaya tarian pop.

3. Busana Penari Mirip Dengan Busana Untuk Tari Tradisional

Dilihat sekilas, busana yang dikenakan para penari jelas terlihat seperti busana yang dikenakan pada Tari Kembang Topeng yang berasal dari Betawi. Pakaian menggunakan kain berwarna terang dan detail aksesoris yang digunakan pun serupa. Terdapat hiasan yang menutupi kepala dan toka-toka atau selendang yang digunakan untuk menutupi dada.
Budaya Betawi banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Hal ini pun tampak pada pertunjukan di mana busana para penari memiliki motif naga berwarna merah. Selain itu terdapat pula beberapa gerakan yang kerap muncul pada tari-tarian yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

4. Alat Musik Khas Daerah

Musik gamelan terdengar jelas sebagai latar suara dalam pertunjukan, yaitu perpaduan antara Gamelan Betawi, Gamelan Jawa Tengah, serta Gamelan Jawa Barat. Setelah tarian dilepaskan dari bentuk asli sendratari, alat musik yang digunakan adalah ragam alat musik Betawi untuk kian mempopulerkan alat musik tradisional betawi.
Adapun macam alat musik yang kini biasa digunakan dalam pementasan tarian ini adalah alat musik tabuh seperti rebana biang, rebana hadroh, dan rebana ketimpring.



Penelusuran yang terkait dengan Tari Yapong Asal Betawi
  • gerakan tari yapong
  • jenis gerakan tangan tari yapong
  • jenis gerakan kaki tari yapong
  • gambar tari yapong
  • tata rias tari yapong
  • nilai estetika dari tari yapong
  • contoh kritik tari yapong
  • kritik seni tari yapong


Related Posts

Tari Yapong Tarian Tradisional Dari Jakarta Lengkap Dengan Penjelasnnya
4/ 5
Oleh