Rabu, 15 Mei 2019

Tari Sekapur Sirih Asal Jambi : Sejarah, Gerakan, Iringan Tari, Tata Rias dan Tata Busana

Tari Sekapur Sirih merupakan kesenian tari selamat datang yang diperuntukan kepada tamu-tamu besar. Tarian sekapur sirih berasal dari Provinsi Jambi dan Riau. Tarian ini diciptakan oleh Firdaus Chatab pada tahun 1962. Pada tahun 1967 tarian ini ditata ulang oleh OK Hendri BBA. Tari ini mendeskripsikan perasaan lapang dan terbuka yang dimiliki orang-orang Jambi terhadap tamu yang berkunjung ke daerah mereka.

Jumlah penari dalam tarian ini ialah 9 orang penari perempuan dan 3 orang penari laki-laki. Di antara dua belas penari tersebut satu orang bertugas memegang payung, dua orang pengawal, dan sisanya menari. Gerakan melenggang, sembah tinggi, merentang kepak, berhias (memasang cincin, gelang, anting, serta bedak gincu dan calak), gerakan putar setengah, putar penuh menjadi bagian dari tarian ini. Gerakan tersebut dilakukan dalam posisi level rendah dan sedang sedangkan pola lantai yang dimainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat pementasan.



Tari Sekapur Sirih

Dirunut dari sejarahnya, Tari Sekapur Sirih sebetulnya diciptakan oleh seorang seniman Jambi bernama Firdaus Chatab pada tahun 1962. Seiring perkembangannya, tarian ini kemudian ditata ulang atau diaransemen kembali oleh OK Hendri pada pertengahan tahun 1967.
 

1. Tema dan Makna Filosofi

Tari Sekapur Sirih hingga kini kerap dipentaskan untuk menyambut tamu agung kenegaraan di Jambi. Setiap gerakan tarian ini menggambarkan keterbukaan masyarakat Melayu Jambi terhadap tamu dan para pendatang.

2. Gerakan Tari Sekapur Sirih

Ada banyak gerakan yang terdapat dalam tari sekapur sirih. Akan tetapi sedikitnya ditemukan 5 bagian atau ragam gerakan yang dipentaskan penari dari awal hingga akhir pementasan. Kelima gerakan Tari Sekapur Sirih tersebut yaitu :
  1. Gerakan melenggang. Gerakan ini adalah gerakan pembukaan awal tarian.
  2. Gerakan sembah tinggi. Gerakan ini dilakukan penari dengan duduk bersimpuh di lantai sebagai simbol penghormatan pada tamu yang datang.
  3. Gerakan merentang kepak. Gerakan ini dilakukan setelah melakukan sembah tinggi. Para penari memainkan jari lentik dan tangannya sebagai tanda kelembutan.
  4. Gerakan bersolek. Gerakan ini menggambarkan wanita yang sedang bersolek dan berhias seperti gerakan bercermin, mengenakan gincu, dan memakai pupur. Gerakan bersolek memiliki makna bahwa masyarakat Jambi yang selalu mempersiapkan penyambutan bagi tamunya. Gerakan ini diakhiri dengan penyajian sirih pada setiap tamu yang datang.
  5. Gerakan berputar. Merupakan gerakan akhir yang dilakukan dengan berputar penuh sebelum akhirnya penari turun dari panggung. Gerakan ini ada 2 macam, yaitu gerak putar setengah dan gerak putar penuh.

 

3. Iringan Tari

Setiap gerakan Tari Sekapur Sirih selalu diiringi oleh tetabuhan alat musik tradisional khas Melayu Jambi, yang didominasi oleh gambus dan rebana. Sebagai pelengkap, bunyi alat musik lainnya seperti gendang, akordion, biola, serta gong juga kerap mengiringinya. Selain itu, gerakan tari juga dapat diiringi oleh senandung lagu melayu yang berjudul Jeruk Purut. Kendati demikian lagu ini sebetulnya tidak begitu diwajibkan adanya.
 

4. Setting Panggung

Sekapur Sirih biasanya pentaskan secara berkelompok oleh 9 orang penari wanita dan 3 orang penari pria. Khusus untuk penari pria, mereka dibagi dengan 2 tugas, yaitu 1 orang bertugas membawa payung dan 2 orang lainnya bertugas sebagai pengawal penari.
 

5. Tata Rias dan Tata Busana

Sebelum mementaskan tari sekapur sirih, para penari dihias dan diwajibkan menggunakan kostum khusus. Untuk para wanita kostum yang digunakan terdiri dari baju kurung dalam yang dibungkus balutan songket sebagai bawahan, serta hiasan lain di kepala seperti sanggul Lipat Pandan, kembang goyang, cempako, dan beringin, dilengkapi dengan beragam aksesoris lainnya seperti teratai, pending, dan gelang kilat bahu, gelang kano, gelang pipih, dan gelang buku beban.
 

6. Properti Tari

Ada beberapa properti yang harus disiapkan dalam pertunjukan tari sekapur sirih. Properti yang di antaranya adalah cerano, keris, payung, kapur, dan daun sirih ini merupakan sajian bagi tamu yang datang sekaligus sebagai simbol penghormatan bagi mereka.
Bagi Anda yang belum tahu, cerano adalah sebuah kotak peti yang menjadi wadah daun sirih dan kapur. Di masa kini, daun sirih dan kapur kerap digantikan dengan permen atau cokelat. Isi cerano disajikan pada tamu untuk dicicipi sebagai bentuk penghormatan. Sementara keris dan payung digunakan penari pria sebagai simbol penjagaan dan keamanan bagi tamu yang datang.

Baca Juga:

Gandrung Banyuwangi :Sejarah, Gerakan, Filosofi, Beserta Penjelasannya




Aksesoris Pendukung Yang Digunakan

Pertunjukan Tari Sekapur Sirih menggunakan peralatan penunjang, yang semakin menambah istimewa pertunjukkan Tari Sekapur Sirih, aksesoris yang digunakan adalah sebagai berikut

a. Cerano

Aksesoris Cerano adalah aksesoris pokok dalam pertunjukan tarian sekapur sirih. Ini adalah point of view. Cerano menjadi pokok dalam pertunjukan tari tradisional ini. Perwujudan cerano adalah kotak tempat kapur sirih diletakkan. Tumpukan kapur sirih dalam kotak ini yang pada akhir pertunjukan akan dipersilakan kepada seluruh tamu.
Para tamu dipersilakan mencicipi sekapur sirih sebagai simbolis dari penerimaan tamu di daerah mereka, Jambi. Ucapan selamat datang yang sangat indah dan hanya ada disini, di Provinsi Jambi.

b. Payung

Aksesoris tambahan yang akan dibawakan oleh penari laki-laki dalam pembukaan tarian. Penari laki-laki akan mengawal langkah penari perempuan dengan memayungi mereka menuju tempat pementasan. Para penari laki-laki berjalan perlahan sesuai langkah penari perempuan menuju panggung utaa dengan salah satu tangan membawa payung terbuka untuk melindungi kepala penari perempuan.

c. Keris

Keris akan digunakan para penari laki-aki, keris adalah bagian dari kostum penari laki-laki. Akan terbayang bagaimana gagah nya mereka dalam mengiringi penari perempuan di awal dan di akhir pertunjukan.
Begitulah tradisi ucapan selamat datang yang biasa dilakukan oleh masyarakat Provinsi Riau dalam menyambut tamu agung. Sangat unik dan penuh makna, mengajarkan pada kita bahwa dalam menyambut tamu harus bersuka cita dan dengan hati yang tulus.



Nah, demikianlah yang dapat kami sampaikan tentang unsur-unsur Tari Sekapur Sirih mulai dari sejarah, makna filosofis, gerakan, dan pernik properti yang melengkapinya. Semoga dengan pembahasan sederhana ini kita semua dapat termotivasi untuk terus melestarikan peninggalan budaya bangsa. Salam.



Penelusuran yang terkait dengan Tari Sekapur Sirih Asal Jambi
  • makalah tentang tari sekapur sirih
  • tari sekapur sirih propertinya
  • pola lantai tari sekapur sirih
  • download video tari sekapur sirih
  • musik tari sekapur sirih
  • tari sekapur sirih menggunakan pola lantai
  • seloko tari sekapur sirih
  • cara tari sekapur sirih

Related Posts

Tari Sekapur Sirih Asal Jambi : Sejarah, Gerakan, Iringan Tari, Tata Rias dan Tata Busana
4/ 5
Oleh