Selasa, 28 Mei 2019

Rumah Jolopong - Rumah Adat Jawa Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

Rumah Jolopong adalah rumah adat yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Istilah jolopong dalam bahasa sunda memiliki arti terkulai atau tegak lurus, bentuk suhunan Jolopong ini dianggap sebagai bentuk atap paling tua dan merupakan dasar atap pada rumah adat sunda. Bentuk atap ini digunakan oleh hampir seluruh rumah adat sunda di perkampungan jawa barat.


Bagian Rumah

Bagian-bagian rumah jolopong apabila dilihat dari fungsi masing-masing terdiri atas : kolong, yaitu ruangan yang terdapat di bawah lantai rumah tingginya sekitar 40-60 cm di atas permukaan tanah yang difungsikan sebagai tempat memelihara binatang ternak seperti ayam, bebek atau untuk menyimpan alat-alat pertanian. Tatapakan, yaitu penompang dasar tiang rumah yang terbuat dari batu. Selain batu juga dapat dibuat dari bata yang disusun. Dinding rumah, yang terbuat dari bahan bambu yang dianyam yang disebut "bilik" dan bahan kayu yang disebut "gebyog". Jendela, yang terbuat dari papan-papan kayu. Ampig, yaitu dinding dari bambu atau kayu yang merupakan bagian atas dari dinding rumah, berbentuk segitiga dan memenuhi bentuk atap rumah. Fungsinya sebagai penutup antara bagian dinding dengan atap. Kuda-kuda, yaitu balok kayu yang dipasang miring yang difungsikan untuk menahan rangka atap dan suhunan. Suhunan, yaitu bagian rumah yang terbuat dari sebatang kayu yang berbentuk segi empat tanpa sambungan, membentang dari ujung ke ujung puncak rumah. Fungsinya sebagai tempat dudukan bubungan rumah. Ereng, yaitu bagian untuk menahan genteng dan terbuat dari bambu yang dibelah dipasang sejajar. Usuk, yaitu tempat menempel ereng dan atap rumah, terbuat dari bambu bulat (utuh). Lalangit atau disebut juga paparan, terbuat dari bambu yang dianyam dan berfungsi sebagai tempat menempelnya dasar rangka atap. Pintu (panto) rumah, yang terbuat dari kayu atau bambu yang dianyam. Tihang, merupakan salah satu bagian rumah yang sangat penting karena digunakan sebagai penyangga atap, terbuat dari kayu dan biasanya berukuran 15 cm x 15 cm. Dadarung, terbuat dari bambu bulat (utuh) atau kayu dan berfungsi untuk menahan lantai pada bagian rumah. Uncar, merupakan alas pada bagian dalam rumah dan terbuat dari bambu bilah atau kayu pipih. Golodog, merupakan tangga rumah yang terdiri dari beberapa anak tangga biasanya 2-3 anak tangga, terbuat dari kayu atau bambu. Fungsinya sebagai penghubung lantai dari tanah ke alas bagian rumah. Selain itu golodog juga digunakan sebagai tempat untuk menganyam, meraut bambu atau untuk membersihkan kaki sebelum naik ke dalam rumah.

Baca Juga:

Rumah Adat Betawi, Jakarta (Rumah Kebaya), Keunikan, Ciri Khas, Fungsi , Gambar Dan Penjelasannya



Rumah Jolopong terdiri atas beberapa ruangan, yaitu ruang depan disebut emper atau tepas yang berfungsi untuk menerima tamu. Pada waktu dulu ruangan ini dibiarkan kosong tanpa perkakas atau perabot rumah tangga seperti meja dan kursi, dahulu hanya menggunakan tikar tetapi sekarang sudah menggunakan meja dan kursi dalam menjamu tamu. Ruangan tengah disebut tengah imah atau patengahan, digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga atau untuk melaksanakan upacara atau selamatan yang mengundang orang banyak. Ruangan samping disebut pangkeng (kamar), dan ruangan belakang yang terdiri atas dapur yang disebut pawon dan tempat menyimpan beras yang disebut padaringan.



Bentuk Atap
Rumah jolopong memiliki bentuk atap yang memanjang dan terdiri dari dua bidang atap. Kedua bidang atap ini dipisahkan oleh jalur suhunan di tengah bangunan rumah yang dinamakan bubungan, jalur suhunan tersebut merupakan sisi bersama (rangkap) dari kedua bidang atap. Batang suhunan sama panjangnya dan sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap yang menyebelah. Sedangkan pasangan sisi lainnya lebih pendek dibanding dengan suhunan dan memotong tegak lurus kedua ujung suhunan itu.




Rumah adat Jawa Barat sendiri memiliki banyak nama dan rupa, tergantung bagaimana desain dari rumah yang digunakan. Namun, sedikitnya kami telah menemukan 5 desain rumah adat Sunda ini berdasarkan desain atapnya, yaitu yang bernama Jolopong, Badak Heuay, Tagong Anjing, Jubleg Nangkub, dan Perahu Kemureb.
Nah, di kesempatan ini kami akan mengulas tentang ragam rumah adat Sunda tersebut sebagai informasi bagi Anda sekaligus sebagai sarana untuk mengingatkan kita semua tentang kearifan lokal budaya Sunda yang telah terpupuk dan hidup sejak lama.

1. Imah Julang Ngapak

Julang Ngapak dalam bahasa Indonesia berarti seekor burung yang mengepakkan sayapnya. Nama rumah ini demikian karena memang desain atapnya tampak melebar di sisi-sisinya, dan bila dilihat dari depan, bentuk atapnya memang terlihat seperti seekor burung yang mengepakkan sayapnya
Rumah dengan desain atap Julang Ngapak umumnya akan dilengkapi dengan cagak gunting atau capit hurang di bagian bubungannya. Keduanya sama-sama digunakan untuk mencegah rembesnya air di bagian pertemuan antar atap yang terletak di ujung atas rumah. Atapnya sendiri dapat dibuat dari bahan rumbia, ijuk, atau alang-alang yang diikat pada kerangka atap dari bambu.
Desain rumah Julang Ngapak hingga kini masih dapat dijumpai di Kampung Dukuh, Kuningan; Kampung Naga, Tasikmalaya; dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Bahkan selain itu, gedung Institut Teknologi Bandung beberapa di antaranya menggunakan desain atap rumah adat Jawa Barat yang satu ini.

2. Imah Togog Anjing

Togog Anjing berarti anjing yang sedang duduk. Atap rumah adat satu ini memang memiliki desain yang menyerupai bentuk anjing saat duduk. Ada 2 bidang atap yang menyatu membentuk segitiga, dan satu bidang atap yang menyambung pada atap bagian depan. Atap yang menyambung ini biasa disebut sorondoy dan biasanya menjadi peneduh untuk teras depan rumah.
Desain rumah Togog Anjing hingga kini masih sering dijumpai pada rumah tradisional masyarakat Garut. Beberapa bungalow, hotel, dan tempat-tempat peristirahatan di sekitar Puncak juga kerap ditemui menggunakan desain atap rumah ini.

3. Imah Badak Heuay

Badak Heuay berarti badak yang sedang menguap. Dilihat dari desain atapnya, model rumah Badak Heuay tampak seperti rumah Tagog Anjing. Hanya saja, di bagian suhunan, atap belakang melewati tepi pertemuan sehingga tampak seperti mulut badak yang sedang menguap. Desain atap rumah adat Jawa Barat ini hingga sekarang masih sering digunakan masyarakat Sukabumi sebagai desain rumah hunian mereka.
Rumah Adat Jawa Barat

 

4. Imah Jolopong

DI antara desain rumah adat Jawa Barat lainnya, Jolopong menjadi yang paling familiar karena sering digunakan. Jolopong banyak dipilih karena lebih mudah dibuat dan lebih hemat bahan material. Sesuai namanya yang berarti “terkulai”, rumah Jolopong memang memiliki atap yang tampak tergolek lurus. Ada 2 bagian atap yang saling bersatu sama panjang. Jika ditarik garis imajiner, antara ujung atap satu dengan ujung atap lainnya akan terbentuk sebuah segitiga sama kaki. Desain rumah yang juga kerap disebut Suhunan Panjang ini sampai kini masih digunakan sebagian masyarakat Kampung Dukuh di Garut.
 

5. Imah Parahu Kumureb

Dan yang terakhir adalah desain rumah Parahu Kumureb atau perahu tengkurap. Desain atap rumah adat Jawa Barat ini memiliki 4 bagian utama. Dua bagian di depan dan belakang berbentuk trapesium, dan dua bagian di sisi kanan kiri berbentuk segitiga sama sisi. Di Palembang, desain atap Parahu Kumureb juga disebut desain atap Limasan.
Sesuai namanya, atap rumah adat Sunda satu ini memang tampak seperti sebuah perahu yang terbalik atau tengkurap. Karena terlalu banyak sambungan, desain atap ini sering kali mudah bocor sehingga jarang digunakan. Kendati begitu, masyarakat Kampung Kuta di Kabupaten Ciamis masih ada yang menggunakannya.


Baca Juga:

Rumah Adat Banten (Sulah Nyanda) : Struktur dan Kontruksi Bangunan, Gambar Beserta Penjelasannya




6. Imah Capit Gunting



Merupakan satu nama susuhunan (bentuk atap) yang ada pada rumah adat masyarakat Sunda jaman dulu. Dalam bahasa lain istilah susuhunan ini sama dengan undagi yang berarti tata arsitektur. Capit Gunting sendiri tersusun dari dua kata yakni Capit Dan Gunting.

Dalam Bahasa Sunda Capit berarti mengambil sesuatu barang dengan dijepitkan.Sedangkan Gunting sama artinya dengan pisau yang menyilang.

Sedangkan bentuk rumah adat Jawa Barat yang satu ini bangunan atapnya sangat berbeda dengan yang biasanya. Atap (suhunan) bagian ujung depan atas dan belakang atasnya menggunakan bambu (kayu). Kayu ini bentuknya menyilang diatas sehingga lebih mirip dengan sebuah gunting pakaian.


7. Rumah Adat Kasepuhan


Rumah adat Kasepuhan ini lebih terkenal dengan Keraton Kasepuhan. Untuk rumah adat Jawa Barat yang satu ini berbentuk keraton. Keraton ini didirikan oleh Pangeran Cakrabuana pada tahun 1529. Beliau ini putra Prabu Siliwangi  yang berasal dari Kerajaan Padjajaran.

Keraton ini merupakan perluasan Keraton Pakungwati yang sudah ada sebelumnya. Beberapa bagian yang terdapat dalam Keraton Kasepuhan:

a. Pintu Gerbang Utama

Terdapat dua buah pintu gerbang yang pertama letaknya di sebelah selatan sedangkan yang kedua di sebelah utara kompleks. Yang sebelah selatan dinamakan LawangSanga (pintu sembilan). Sedangkan yang gerbang utara dinamakan Kreteg Pangrawit (berupa jembatan).

b. Bangunan Pancaratna

Fungsi utama dari bangunan Pancaratna ini adalah sebagai tempat seba (tempat menghadap) pembesar desa atau kampung. Paseban ini nantinya akan diterima oleh seorang Demang atau Wedana. Letak bangunan ini disebelah kiri depan kompleks dengan arah barat.

c. Bangunan Pangrawit

Bangunan Pangrawit letaknya disebelah kiri depan kompleks dengan posisi menghadap kearah utara. Sedangkan nama Pancaniti sendiri berasal dua kata yaitu panca yang berarti jalan dan niti yang berarti raja (atasan).

Fungsi utama bangunan ini sebagai tempat istirahat, tempat perwira melatih prajurit, dan sebagai tempat pengadilan.

Dari sekian macam bentuk rumah adat Jawa Barat yang telah dijelaskan diatas pasti memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Keunikan dan ciri khas tersebut merupakan simbol atau cerminan dari kepribadian masyarakat daerah asal.

Hal ini menandakan kalau tanah air Indonesia kaya akan beragam jenis budaya dan kekayaan nusantara. Kekayaan budaya ini hendaknya kita lestarikan dan merupakan alat pemersatu bangsa.

Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Jawa Barat
  • rumah adat jawa barat bernama
  • 5 keunikan rumah adat jawa barat
  • rumah adat jawa barat namanya
  • cara menggambar rumah adat jawa barat
  • keunikan rumah adat jawa barat kasepuhan
  • manfaat dan kegunaan rumah adat jawa barat
  • pakaian dan rumah adat jawa barat
  • rumah adat sunda

Related Posts

Rumah Jolopong - Rumah Adat Jawa Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh