Selasa, 28 Mei 2019

Rumah Joglo - Rumah Adat Jawa Tengah Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

Joglo adalah rumah tradisional masyarakat Jawa atau daerah lain di Indonesia yang terdiri atas 4 tiang utama..
Rumah tradisional jawa terbagi menjadi dua bagian, yakni rumah induk dan rumah tambahan [Rumah Induk terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut : 

1.Pendapa / Pendopo
Bagian ini terletak di depan rumah. Biasanya digunakan untuk aktivitas formal, seperti pertemuan, tempat pagelaran seni wayang kulit dan tari-tarian, serta upacara adat. Ruang ini menunjukkan sikap akrab dan terbuka, meskipun begitu Pendopo seringkali dibuat megah dan berwibawa 

2.Pringitan.
Bagian ini terletak antara pendapa dan rumah dalam (omah njero). Selain digunakan untuk jalan masuk, lorong juga kerap digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang kulit. Bentuk dari pringitan seperti serambi berbentuk tiga persegi dan menghadap ke arah pendopo 

3. Emperan.
Ini adalah penghubung antara pringitan dan umah njero. Bisa juga dikatakan sebagai teras depan karena lebarnya sekitar 2 meter. Emperan digunakan untuk menerima tamu, tempat bersantai, dan kegiatan publik lainnya. Pada emperan biasanya terdapat sepasang kursi kayu dan meja. 

4. Omah njero.
Bagian ini sering pula disebut omah mburi, dalem ageng, atau omah saja. Kadang disebut juga sebagai omah-mburi, dalem ageng atau omah. Kata omah dalam masyarakat Jawa juga digunakan sebagai istilah yang mencakup arti kedomestikan, yaitu sebagai sebuah unit tempat tinggal. 

5. Senthong-kiwa.
Berada di sebelah kanan dan terdiri dari beberapa ruangan. Ada yang berfungsi sebagai kamar tidur, gudang, tempat menyimpaan persediaan makanan, dan lain sebagainya. 

6. Senthong tengah.
Bagian ini terletak ditengah bagian dalam. Sering juga disebut pedaringan, boma, atau krobongan. Sesuai dengan letaknya yang berada jauh di dalam rumah, bagian ini berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga, seperti harta keluarga atau pusaka semacam keris, dan lain sebagainya 

7. Senthong-tengen.
Bagian ini sama seperti Senthong kiwa, baik fungsinya maupun pembagian ruangannya. 

8. Gandhok.
Merupakan bangunan tambahan yang letaknya mengitari sisi belakang dan samping bangunan inti. 



Bangunan Rumah Joglo

Atap joglo ditopang oleh empat tiang utama yang disebut Soko Guru.  Jumlah ini mewakili adanya kekuatan yang dipercaya berasal dari empat penjuru mata angin. Berdasarkan konsep spiritual ini, manusia berada di  tengah perpotongan keempat arah mata angin tersebut. Suatu tempat yang  konon mengandung getaran magis tingkat tinggi. Titik perpotongan ini  disebut juga sebagai Pancer atau Manunggaling Kiblat Papat.
Ada tiga bagian dalam susunan rumah joglo.  Pertama adalah ruang pertemuan yang disebut pendapa. Kedua adalah ruang  tengah yang disebut pringgitan dan ketiga adalah ruang belakang (dalem)  yang berfungsi sebagai ruang keluarga.

Pendapa Rumah Joglo

Pendapa ini terletak di depan. Dibuatnya  tanpa dinding, karena berkaitan dengan karakter orang Jawa yang ramah  dan terbuka. Ruangan menerima tamu ini biasanya tidak diberi meja  ataupun kursi, hanya tikar yang digelar agar antara tamu dan tuan rumah  dapat berbicara dalam kesetaraan.

Pringgitan Rumah Joglo

Bagian pringgitan adalah tempat dimana  pemilik rumah menyimbolkan diri sebagai bayang-bayang Dewi Sri. Dewi  padi ini dianggap sebagai sumber segala kehidupan, kesuburan dan  kebahagiaan. Terletak antara pendapa dan dalem, pringgitan digunakan  sebagai tempat untuk menggelar pertunjukan wayang yang berkaitan dengan  upacara ruwatan adat.

Dalem atau Ruang Utama Rumah Joglo
Dalem adalah bagian yang digunakan sebagai tempat tinggal keluarga. Di dalamnya ada beberapa kamar yang disebut senthong.
Jaman dulu, senthong hanya dibuat  sejumlah tiga bilik saja. Kamar pertama diperuntukkan untuk para lelaki,  kamar kedua dikosongkan dan kamar ketiga dipakai oleh para perempuan.
Kamar kedua yang kosong ini tetap diisi  dengan tempat tidur lengkap dengan segala perlengkapannya. Disebut  krobongan, ruangan kosong ini dipakai untuk menyimpan pusaka dan sebagai  ruang pemujaan terhadap Dewi Sri. Inilah bagian rumah yang dianggap  paling suci.



 Baca Juga:

Rumah Jolopong - Rumah Adat Jawa Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar


Rumah Adat Jawa Tengah

Apa saja keunikan gaya arsitektur dan nilai-nilai filosofis yang terdapat pada bangunan rumah adat Jawa Tengah ini? Berikut simak uraiannya di bawah ini!

1. Arsitektur Rumah Joglo

Rumah Joglo dibangun dengan desain arsitektur yang cukup unik. Salah satu keunikan tersebut terletak pada desain rangka atapnya yang memiliki bubungan cukup tinggi. Desain atap yang demikian dihasilkan dari pola tiang-tiang yang menyangga rumah. Utamanya pada bagian tengah rumah, terdapat 4 tiang berukuran lebih tinggi yang menyangga beban atap. Keempat tiang yang kerap disebut “soko guru” ini menyangga dan menjadi tempat pertemuan rangka atap yang menopang beban atap.

Atap rumah adat Jawa Tengah ini sendiri dibuat dari bahan genting tanah. Sebelum genting ditemukan, pada masa silam atap rumah ini juga dibuat dari bahan ijuk atau alang-alang yang dianyam. Penggunaan desain rangka atap dengan bubungan tinggi dan material atap dari bahan alam merupakan salah satu hal yang membuat rumah Joglo terasa dingin dan sejuk. Adapun secara keseluruhan, rumah Joglo sendiri lebih banyak menggunakan kayu-kayuan keras, baik untuk dinding, tiang, rangka atap, pintu, jendela, dan bagian lainnya. Kayu jati adalah pilihan utama yang kerap ditemukan pada rumah-rumah lawas. Kayu jati sangat awet dan terbukti dapat bertahan lama bahkan hingga ratusan tahun.

 

2. Fungsi Rumah Adat

Selain memiliki fungsi sebagai ikon budaya dan gambaran kehidupan sosial masyarakat Jawa, rumah Joglo pada dasarnya juga berfungsi sebagai tempat tinggal. Untuk menunjang fungsi yang satu ini, rumah adat Jawa Tengah ini dibagi menjadi beberapa susun ruangan dengan fungsinya masing-masing seperti terlihat pada denah di samping, yaitu:
  1. Pendapa. Bagian ini terletak di depan rumah. Biasanya digunakan untuk aktivitas formal, seperti pertemuan, tempat pagelaran seni wayang kulit dan tari-tarian, serta upacara adat. Meski terletak di depan rumah, tidak boleh dilewati sembarang orang yang hendak masuk ke dalam rumah. Jalur untuk masuk ada sendiri dan letaknya terpisah memutar samping pendapa.
  2. Pringitan. Bagian ini terletak antara pendapa dan rumah dalam (omah njero). Selain digunakan untuk jalan masuk, lorong juga kerap digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang kulit.
  3. Emperan. Ini adalah penghubung antara pringitan dan umah njero. Bisa juga dikatakan sebagai teras depan karena lebarnya sekitar 2 meter. Emperan digunakan untuk menerima tamu, tempat bersantai, dan kegiatan publik lainnya. Pada emperan biasanya terdapat sepasang kursi kayu dan meja.
  4. Omah njero. Bagian ini sering pula disebut omah mburi, dalem ageng, atau omah saja.  kadang disebut juga sebagai omah-mburi, dalem ageng atau omah. Kata omah dalam masyarakat Jawa juga digunakan sebagai istilah yang mencakup arti kedomestikan, yaitu sebagai sebuah unit tempat tinggal. 
  5. Senthong-kiwa. Berada di sebelah kanan dan terdiri dari beberapa ruangan. Ada yang berfungsi sebagai kamar tidur, gudang, tempat menyimpaan persediaan makanan, dan lain sebagainya.
  6. Senthong tengah. Bagian ini terletak ditengah bagian dalam. Sering juga disebut pedaringan, boma, atau krobongan. Sesuai dengan letaknya yang berada jauh di dalam rumah, bagian ini berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga, seperti harta keluarga atau pusaka semacam keris, dan lain sebagainya 
  7. Senthong-tengen. Bagian ini sama seperti Senthong kiwa, baik fungsinya maupun pembagian ruangannya. 
  8. Gandhok. Merupakan bangunan tambahan yang letaknya mengitari sisi belakang dan samping bangunan inti.

 

3. Rumah Adat Jawa Lainnya

Selain rumah Joglo, sebetulnya ada beberapa desain rumah adat Jawa Tengah lainnya yang dikenal dalam budaya masyarakat suku Jawa, yaitu rumah Panggang Pe, rumah Kampung, rumah Limasan, dan rumah Tajug. Masing-masing desain rumah ini terbagi lagi menjadi beberapa sub desain seperti yang dijelaskan sebagaimana berikut:
Rumah Adat Jawa Tengah (Joglo) Soko Guru
  1. Panggang-pe. Desain ini hanya memiliki 1 atap yang memanjang dari depan ke belakang. Desain Panggang Pe terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu yaitu Gedhang, Cere Gancet, Pokok, Trajumas, Kios, Empyak Setangkep, dan Barengan. 
  2. Kampung. Desain ini memiliki 2 sisi atap di bagian depan dan belakang yang saling dihubungkan dengan 1 bubungan. Desain omah Kampung terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Gedhang Selirang, Pokok, Jompongan, Semar, Trajumas, Sinom, Gotong Mayit, Cere Gancet, Apitan, Gajah, Dara Gepak, Pacul Gowang, Srontongan, Baya Mangap, Klabang Nyander, dan Lambang Teplok. 
  3. Limasan. Desain ini seperti desain atap rumah adat Sumatera Selatan dan rumah adat Jawa Barat Parahu Nangkub. Atapnya memiliki 4 sisi, sisi kiri dan kanan berbentuk segitiga sama kaki, sementara sisi depan dan belakang berbentuk trapesium. Desain Limasan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu yaitu Cere Gancet, Enom, Ceblokan, Gotong Mayit, Empyak Setangkep, Semar, Bapangan, Trajumas, Lambang, Klabang Nyander, Sinom, dan Apitan. 
  4. Tajug. Desain ini kerap digunakan untuk desain bangunan masjid. Atapnya tersusun dari 4 sisi yang saling bersatu tanpa adanya bubungan, sehingga tampak meruncing. Desain Tajug terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Ceblokan, Lawakan, Tawon Goni, Lambang, dan Semar. Salah satu bangunan yang menggunakan desain ini adalah Masjid Agung Demak.
 
 
 

Jenis Joglo

  1. Joglo ceblokan
  2. Joglo kepuhan limolasan
  3. Joglo lambangsari
  4. Joglo kepuhan lawakan
  5. Joglo kepuhan awitan
  6. Joglo wantah apitan
  7. Joglo Limasan Lawakan (atau “Joglo Lawakan”).
  8. Joglo Sinom ( Sinom Apitan)
  9. Joglo Jompongan (Jompongan Pokok)
  10. Joglo Pangrawit
  11. Joglo Mangkurat
  12. Joglo Hageng
  13. Joglo Semar Tinandhu
  14. Joglo Jepara
  15. Joglo Kudus
  16. Joglo Pati
  17. Joglo Rembang
 
 
 
Nah, demikianlah yang dapat kami sampaikan tentang desain arsitektur rumah adat Jawa Tengah yang bernama rumah Joglo beserta rumah-rumah tradisional lainnya yang dikenal masyarakat suku Jawa. Anda tertarik untuk menggunakan desain rumah Joglo sebagai desain hunian Anda?
 
 
Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Jawa Tengah (Joglo)
  • keunikan rumah adat joglo
  • rumah adat jawa timur
  • bahan pembuatan rumah joglo
  • pakaian adat jawa tengah
  • bagian bagian rumah joglo beserta gambar
  • rumah adat jawa barat
  • rumah adat suku jawa
  • download rumah adat jawa tengah

Related Posts

Rumah Joglo - Rumah Adat Jawa Tengah Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh