Selasa, 28 Mei 2019

Rumah Bubungan Tinggi - Rumah Adat Kalimantan Selatan Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar

Rumah Bubungan Tinggi atau Rumah Ba-Bubungan Tinggi adalah salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan dan bisa dibilang merupakan ikonnya Rumah Banjar karena jenis rumah inilah yang paling terkenal karena menjadi maskot rumah adat khas provinsi Kalimantan Selatan. Di dalam kompleks keraton Banjar dahulu kala bangunan rumah Bubungan Tinggi merupakan pusat atau sentral dari keraton yang menjadi istana kediaman raja (bahasa Jawa: kedhaton) yang disebut Dalam Sirap (bahasa Jawa: ndalem) yang dahulu tepat di depan rumah tersebut dibangun sebuah Balai Seba pada tahaun 1780 pada masa pemerintahan Panembahan Batuah.

Rumah Bubungan Tinggi mirip Rumah tardisonal Betawi yang disebut Rumah Bapang, namun pada Rumah Bubungan Tingghi dibangun dengan konstruksi panggung dan memiliki anjung pada kiri dan kanan bangunannya. 



Ciri-Ciri

Menurut Tim Depdikbud Kalsel, ciri-cirinya :
  1. Atap Sindang Langit tanpa plafon
  2. Tangga Naik selalu ganjil
  3. Pamedangan diberi Lapangan kelilingnya dengan Kandang Rasi berukir


Konstruksi

Konstruksi rumah adat Banjar atau rumah ba-anjung dibuat dengan bahan kayu. Faktor alam Kalimantan yang penuh dengan hutan rimba telah memberikan bahan konstruksi yang melimpah kepada mereka, yaitu kayu.
Sesuai dengan bentuk serta konstruksi bangunan rumah adat Banjar tersebut maka hanya kayulah yang merupakan bahan yang tepat dan sesuai dengan konstruksi bangunannya. 


Baca Juga:

Rumah Panjang - Rumah Adat Kalimantan Barat Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar



Bagian Konstruksi Pokok

Konstruksi pokok dari rumah adat Banjar dapat dibagi atas beberapa bagian, yaitu :
  1. Tubuh bangunan yang memanjang lurus ke depan, merupakan bangunan induk.
  2. Bangunan yang menempel di kiri dan kanan disebut Anjung.
  3. Bubungan atap yang tinggi melancip disebut Bubungan Tinggi.
  4. Bubungan atap sengkuap yang memanjang ke depan disebut atap Sindang Langit.
  5. Bubungan atap yang memanjang ke belakang disebut atap Hambin Awan.
Tubuh bangunan induk yang memanjang terus ke depan dibagi atas ruangan-ruangan yang berjenjang lantainya.





Ruangan

Ruangan-ruangan yang berjenjang lantainya ialah :
  1. Palatar (pendopo atau teras), ruangan depan yang merupakan ruangan rumah yang pertama setelah menaiki tangga masuk. Ukuran luas ruangan ini adalah 7 x 3 meter. Palatar disebut juga Pamedangan.
  2. Pacira, yaitu ruang antara (transisi) yang terbagi dua bagian yaitu pacira dalam dan pacira luar. Pacira Dalam berfungsi untuk menyimpan alat pertanian, menangkap ikan dan pertukangan. Kedua pacira ini hanya dibedakan oleh posisinya saja. Pacira Luar tepat berada di muka pintu depan (Lawang Hadapan).
  3. Panampik Kacil, yaitu ruang tamu muka merupakan ruangan yang agak kecil setelah masuk melalui Lawang Hadapan yaitu pintu depan. Permukaan lantainya lebih tinggi daripada lantai palatar. Ambang lantai disini disebut Watun Sambutan. Luas ruangan ini adalah 7 x 3 meter.
  4. Panampik Tangah yaitu ruang tamu tengah merupakan ruangan yang lebih luas dari panampik kacil. Lantainya juga lebih tinggi dari ruang sebelumnya. Ambang lantai ini disebut Watun Jajakan.
  5. Panampik Basar atau Ambin Sayup, yaitu ruang tamu utama merupakan ruangan yang menghadapi dinding tengah (Banjar: Tawing Halat). Permukaan lantainya lebih tinggi pula dari lantai sebelumnya. Ambang Lantainya disebut Watun Jajakan, sama dengan ambang lantai pada Panampik Tangah. Luas ruangan 7 x 5 meter.
  6. Palidangan atau Ambin Dalam, yaitu ruang bagian dalam rumah yang berbatas dengan panampik basar. Lantai palidangan sama tinggi dengan lantai panampik basar (tapi ada juga beberapa rumah yang membuat lantai panampik basar lebih rendah dari lantai palidangan). Karena dasar kedua pintu yang ada di tawing halat tidak sampai ke dasar lantai maka watun di sini disebut Watun Langkahan. Luas ruang ini 7 x 7 meter. Di dalam ruangan Palidangan ini terdapat tiang-tiang besar yang menyangga bubungan tinggi (jumlahnya 8 batang). Tiang-tiang ini disebut Tihang Pitugur atau Tihang Guru.
  7. Panampik Dalam atau Panampik Bawah, yaitu ruangan dalam yang cukup luas dengan permukaan lantai lebih rendah daripada lantai palidangan dan sama tingginya dengan permukaan lantai panampik tangah. Ambang lantai ini disebut pula dengan Watun Jajakan. Luas ruang 7 x 5 meter.
  8. Padapuran atau Padu, yaitu ruangan terakhir bagian belakang bangunan. Permukaan lantainya lebih rendah pula dari panampik bawah. Ambang lantainya disebut Watun Juntaian. Kadang-kadang Watun Juntaian itu cukup tinggi sehingga sering di tempat itu diberi tangga untuk keperluan turun naik. Ruangan padapuran ini dibagi atas bagian atangan (tempat memasak) dan salaian (tempat mengeringkan kayu api), pajijiban dan pagaduran (tempat mencuci piring atau pakaian). Luas ruangan ini adalah 7 x 3 meter.


Ukuran

Tentang ukuran tinggi, lebar dan panjang setiap rumah adat Banjar pada umumnya relatif berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh karena ukuran pada waktu itu didasarkan atas ukuran depa atau jengkal.Ukuran depa atau jengkal tersebut justru diambil dari tangan pemilik rumah sendiri; sehingga setiap rumah mempunyai ukuran yang berbeda.

Ada kepercayaan di sana yang mengatakan bahwa setiap ukuran haruslah dengan hitungan yang ganjil bilangan ganjil.Penjumlahan ganjil tersebut tidak saja terlihat di dalam hal ukuran panjang dan lebar, tetapi juga sampai dengan jumlah hiasan tangga, anak tangga, layang-layang puncak dan lain-lain.Jikalau diukur, maka panjang bangunan induk rumah adat Banjar pada umumnya adalah 31 meter sedang lebar bangunan induk adalah 7 meter dan lebar anjung masing-masing 5 meter.Lantai dari permukaan tanah sekitar 2 meter yaitu kolong di bawah anjung dan palidangan; sedangkan jarak lantai terendah rata-rata 1 meter, yaitu kolong lantai ruang palatar.





Rumah Adat Kalimantan Selatan

Struktur Bangunan Rumah

Jika dilihat sekilas, arsitektur rumah Bubungan Tinggi sangat mirip dengan rumah Bapang khas masyarakat Betawi. Kendati begitu, rumah adat Kalimantan Selatan ini memiliki struktur panggung. Tegaknya rumah ditopang oleh tiang-tiang besar berbentuk silindris yang terbuat dari kayu-kayu keras. Karena bersturktur panggung, Rumah Bubungan Tinggi umumnya akan memiliki satu buah tangga tepat dibagian depan rumah.
Secara umum, konstruksi rumah adat Banjar ini dibagi menjadi beberapa bagian. Seperti dapat kita lihat pada gambar di atas, bagian-bagian rumah adat Kalimantan Selatan ini terdiri dari
  1. Tubuh rumah yang memanjang lurus dari belakang ke depan, merupakan bangunan induk.Tubuh rumah ini dibagi atas ruangan-ruangan yang lantainya berjenjang.
  2. Bangunan yang menempel di bagian kiri dan kanan rumah disebut Anjung.
  3. Bubungan atap yang tinggi melancip disebut Bubungan Tinggi. Desain atap inilah yang menjadi nama dan nilai keunikan tersendiri bagi rumah adat ini.
  4. Bubungan atap yang memanjang dari bubungan tinggi ke depan disebut atap Sindang Langit.
  5. Bubungan atap yang memanjang dari bubungan tinggi ke belakang disebut atap Hambin Awan.

Fungsi Rumah Adat

Di masa silam, rumah adat Bubungan Tinggi digunakan sebagai pusat pemerintahan atau keraton tempat kediaman raja dan pemuka adat. Untuk menunjang fungsi tersebut, tata ruang rumah tradisional diatur sedemikian rupa sehingga terdapat 3 jenis ruangan, yaitu ruangan terbuka, ruangan setengah terbuka, dan ruangan dalam.
Ruangan terbuka meliputi serambi, ruang setengah terbuka meliputi pamendangan (diberi pagar rasi), dan ruangan dalam meliputi Pacira dan Panurunan (Panampik Kacil), Paluaran (Panampik Basar), Paledangan (Panampik Panangah) yang terdiri dari Palidangan Dalam, Anjung, serta Panampik Padu (dapur).
Secara ringkas situasi ruang pada rumah adat Kalimantan Selatan ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
  1. Serambi atau pelatar adalah adalah bagian yang terletak di paling depan. Pada bagian ini terdapat tempat air yang digunakan untuk membasuh kaki saat akan memasuki rumah.
  2. Panampik kecil atau Pacira atau Panurunan adalah ruangan selanjutnya yang akan kita lewati setelah serambi. Ruangan ini adalah tempat menyimpan beragam perkakas, mulai dari dayung, tombak, sandal, terompah, dan lain sebagainya.
  3. Panampik Basar atau Paluaran digunakan untuk acara kemasyarakatan. Sesuai fungsinya, ruangan ini berukuran cukup besar. Beragam hiasan dapat kita temukan di ruangan ini, seperti tanduk rusa, guci atau perkakas antik, serta hiasan lainnya.
  4. Palidangan terbagi atas 3 ruangan, yaitu Paledangan Dalam, Anjung Kiwa, dan Anjung Kanan. Ruang palendangan dalam diperuntukkan bagi kaum wanita saat adanya acara adat. Anjungan Kanan berfungsi sebagai tempat istirahat dan tempat ibadah. Anjungan Kiwa (Kiri) berfungsi tempat persalinan dan tempat mengurus jenazah. Di dalamnya terdapat lemari, meja, dan ranjang.
  5. Pamedangan adalah ruangan dengan lantainya lebih tinggi yang dikelilingi pagar rasi. Pada ruang ini biasanya terdapat sepasang kursi panjang.
  6. Padu adalah ruangan yang digunakan sebagai tempat masak dan tempat menyimpan peralatan masak atau persediaan bahan pangan. Di dalamnya terdapat perkakas untuk memasak seperti rak dapur, lemari, tajau, lampit, pambanyuan, dan ayunan anak.

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Ciri Khas dan Nilai Filosofi

Rumah Bubungan Tinggi secara gaya arsitektur memiliki beberapa keunikan yang menjadi ciri khasnya. Ciri khas dari rumah adat Kalimantan Selatan ini antara lain:
  1. Bentuk atap bagian tengah menjulang tinggi dan melancip.
  2. Atap Sindang Langit atau atap yang memanjang kedepan tidak dilengkapi dengan plafon
  3. Tangga naik selalu memiliki jumlah anak tangga yang ganjil
  4. Ruang Pamedangan diberi pagar kelilingnya yang berukir Kandang Rasi.
 
 
 
 
Nah, itulah sedikit yang dapat kami sampaikan tentang keunikan rumah adat Kalimantan Selatan yang bernama rumah Bubungan Tinggi. Semoga pemaparan mengenai sejarah, arsitektur, fungsi, dan ciri khas dari peninggalan budaya nenek moyang suku Banjar ini dapat semakin meningkatkan kesadaran kita untuk terus melestarikan budaya Indonesia.

Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Kalimantan Selatan (Bubungan Tinggi)
  • sebutkan 5 keunikan rumah adat bubungan tinggi
  • sketsa rumah adat banjar
  • pakaian adat kalimantan selatan
  • apa kriteria rumah banjar yang bernilai paling tinggi
  • gambar rumah adat banjar bubungan tinggi
  • keunikan rumah adat kalimantan
  • rumah adat provinsi kalimantan selatan rumah banjar bubungan tinggi
  • filosofi rumah bubungan

Related Posts

Rumah Bubungan Tinggi - Rumah Adat Kalimantan Selatan Beserta Penjelasan Lengkap + Gambar
4/ 5
Oleh