Rabu, 22 Mei 2019

Rumah Adat Jawa Timur (Tanean Lanjhang), Bagian -Bagiannya Beserta Penjelasannya

Tanean Lanjhang adalah Permukiman tradisional Madura adalah suatu kumpulan rumah yang terdiri atas keluargakeluarga yang mengikatnya. Letaknya sangat berdekatan dengan lahan garapan, mata air atau sungai. Antara permukiman dengan lahan garapan hanya dibatasi tanaman hidup atau peninggian tanah yang disebut galengan atau tabun, sehingga masing-masing kelompok menjadi terpisah oleh lahan garapannya. Satu kelompok rumah terdiri atas 2 sampai 10 rumah, atau dihuni sepuluh keluarga yaitu keluarga batih yang terdiri dari orang tua, anak, cucu, cicit dan seterusnya. Jadi hubungan keluarga kandung merupakan ciri khas dari kelompok ini.
Rumah Tanean Lanjhang sendiri selain berfungsi sebagai rumah tinggal, juga dianggap sebagai gambaran kehidupan sosial masyarakat Madura di Jawa Timur yang sangat mengutamakan hubungan kekerabatan. Oleh karenanya, pola dari rumah ini memiliki beberapa keunikan yang timbul dari nilai-nilai filosofis kehidupan sosial suku Madura tersebut. Apa saja keunikan Rumah adat Jawa Timur ini? 



Proses terbentuknya pola permukiman Tanean Lanjhang

Terbentuknya permukiman tradisional Madura diawali dengan sebuah rumah induk yang disebut dengan tonghuh. Tonghuh adalah rumah cikal bakal atau leluhur suatu keluarga. Tonghuh dilengkapi dengan langgar, kandang, dan dapur. Apabila sebuah keluarga memiliki anak yang berumah tangga, khususnya anak perempuan, maka orang tua akan atau bahkan ada keharusan untuk membuatkan rumah bagi anak perempuan. Penempatan rumah untuk anak perempuan berada pada posisi di sebelah timurnya. Kelompok pemukiman yang demikian disebut pamengkang, demikian juga bila generasi berikutnya telah menempati maka akan terbentuk koren dan sampai tanean lanjang. Susunan demikian terus menerus berkembang dari masa ke masa.

Apabila susunan ini terlalu panjang maka susunan berubah menjadi berhadapan. Urutan susunan rumah tetap dimulai dari ujung barat kemudian berakhir di ujung timur. Pertimbangan ini dikaitkan dengan terbatasnya lahan garapan, sehingga sebisa mungkin tidak mengurangi lahan garapan yang ada. Jadi, untuk melacak satu alur keturunan dapat dilacak melalui susunan penghuni rumahnya. Generasi terpanjang dapat dilihat sampai dengan 5 generasi yaitu di tanean lanjang. Posisi tonghuh selalu ada di ujung barat sesudah langgar. Langgar selalu berada di ujung barat sebagai akhiran masa bangunan yang ada. Susunan rumah tersebut selalu berorientasi utara-selatan. halaman di tengah inilah yang disebut tanean lanjhang. 


Baca Juga:

Tari Rapa'i Geleng, Tarian Etnis dari Aceh Beserta Penjelasannya



Bagian-bagian Rumah Joglo

Keharmonisan manusia dengan sesama serta hubungan manusia dengan alam sekitar terlihat dari tata bangunan rumah joglo. Baik pondasi, tiang utama, bangunan utama, hingga beragam ornamen di dalamnya. Inilah bagian-bagian rumah adat Jawa Timur beserta penjelasan:

1. Pendopo

pendopo rumah adat jawa timur
Tidak seperti rumah gadang, joglo memiliki ruang terbuka di bagian depan rumah yaitu pendopo. Desain terbuka yang diterapkan merupakan simbol penyatuan dengan alam sekitar. Meski demikian tidak sembarang orang boleh melintasi pendopo untuk masuk ke dalam rumah.
Ada jalan masuk dan keluar rumah khusus yang letaknya terpisah dari pendopo. Fungsi pendopo dalam rumah joglo antara lain tempat menerima tamu, mengadakan pertemuan, upacara adat, dan menggelar kesenian dan hiburan seperti tarian dan wayang kulit.

2. Pringgitan

Pringgitan bagian dari rumah adat jawa timur
Ruangan ini merupakan penghubung pendopo dan rumah dalam. Bagian ini dipergunakan tempat pertunjukan wayang kulit. Wayang dalam bahasa Jawa juga disebut ringgit. Maka dari kata ringgit muncul istilah peringgitan.

3. Omah Njero

Omah Njero bagian dari rumah adat jawa timur
Ruangan ini adalah bagian utama rumah joglo. Digunakan sebagai tempat berkumpul anggota keluarga untuk bersantai dan bercengkerama. Selain omah njero terdapat omah mburi, dan dalem ageng.

4. Sentong

Sentong bagian dari rumah adat jawa timur
Sentong merupakan tempat beristirahat atau kamar bagi keluarga penghuni rumah. Sentong terbagi ke dalam 3 bagian, yaitu:
  • Sentong Tengen
Sentong tengen atau kamar yang berada di bagian kanan merupakan bagian untuk kamar keluarga atau anak-anak. Selain untuk kamar tidur, tempat ini sebagai tempat menyimpan bahan makanan.
  • Sentong Kiwo
Selain sentong tengen, joglo Situbondo mempunyai sentong kiwo di sebelah kiri. Bagian ini digunakan sebagai tempat tidur orang tua atau kerabat sesepuh. Ruangan ini biasanya terhubung dengan ruang belakang yang memisahkan dengan dapur.
  • Sentong Tengah
Bagian ini dianggap sakral bagi masyarakat Jawa Timur. Biasanya ruang tengah diberi penerangan berupa pelita yang menyala sepanjang waktu. Di dalamnya terdapat cermin dan sisir dari tanduk binatang serta memiliki hiasan berupa keris.

5. Gandhok

Gandhok bagian dari rumah adat jawa timur
Selain rumah utama, ada bangunan tambahan memanjang di bagian belakang yang disebut gandhok. Bagian ini digunakan tempat penyimpanan barang atau bahan makanan.



Pola Rumah Tanean Lanjhang

Tanean Lanjhang sebetulnya bukan sebutan untuk satu rumah saja, melainkan mencakup beberapa rumah dan kelengkapannya dalam satu lingkungan. Dalam satu Tanean Lanjhang terdapat beberapa rumah yang berjajar dan memanjang dari arah Barat ke Timur dilengkapi dengan adanya mushola sebagai tempat ibadah keluarga serta kandang ternak, sumur, dan halaman yang memanjang.
Letak lingkungan rumah adat Jawa Timur ini biasanya berada dekat lahan garapan, ladang, sawah, sungai, dan jalan. Sebagai pembatas, kompleks rumah dipagari dengan tanaman hidup atau galangan (tanah yang ditinggikan) sehingga terpisah dari lahan garapan.
Satu kompleks rumah dapat terdiri dari 2 sampai 10 rumah. Masing-masing rumah dihuni oleh satu keluarga dan dalam satu kompleks tersebut pemiliknya masih saling memiliki hubungan kekerabatan. Rumah yang berada di bagian Barat adalah rumah orang yang memiliki tingkat kekerabatan lebih tinggi, misalnya kakek, kakak dari ayah atau ibu, orang tua, dan seterusnya, sementara semakin ke timur pemilik rumah biasanya memiliki hubungan kekerabatan yang lebih rendah.
Kompleks rumah Tanean Lanjhang biasanya juga dilengkapi dengan bangunan langgar atau masjid keluarga. Letaknya berada di ujung barat kompleks rumah. Sementara kandang ternak beradai di bagian depan rumah seberang halaman. Setiap rumah memiliki satu kandang. Kandang bisa berisi beragam hewan peliharaan, hanya saja yang paling umum adalah sapi atau kerbau dan ayam.

Komponen Penyusun Ruang

Secara umum, rumah adat Tanean Lanjhang disusun oleh beberapa komponen utama. Komponen-komponen ruang rumah adat Jawa Timur ini memiliki fungsi-fungsi yang spesifik, di antaranya :
  1. Langghar berbentuk persegi panjang yang memanjang ke belakang dengan ukuran 23,1 m. Di dalamnya terdapat perlengkapan alat sholat dan sarana pendukung lainnya, seperti tikar, sajadah, mukena, dan pengeras suara. Keberadaan langgar menunjukan bahwa masyarakat Madura adalah masyarakat yang religius.
  2. Dapur berbentuk persegi panjang yang memanjang ke belakang dengan  ukuran  3,8 x 6,6 m. Setiap rumah dalam kompleks Tanean Lanjhang memiliki dapur. Di dalam dapur terdapat beragam keperluan masak, seperti lincak, peralatan masak dan rak piring.
  3. Rumah berbentuk persegi panjang yang memanjang ke samping dengan ukuran 6,6 x 11 m
  4. Kandang Berbentuk   persegi panjang dengan ukuran 6,6 x 5,9 m. 
  5. Tanean atau halaman berbentuk persegi panjang yang membujur dari barat ke timur dengan  panjang  90 m. Tanean biasa digunakan untuk tempat bermain anak-anak, tempat menjemur hasil pertanian jika musim panen, dan tempat dilangsungkannya acara keluarga.




Material Bangunan

Rumah dibangun menggunakan beragam material. Ada yang berasal dari alam, ada pula yang di beli di toko. Untuk lantai rumah ini dapat ditemukan dengan alas tanah atau plesteran semen. Tinggi lantai biasanya sekitar 40 cm dari tanah di sekitarnya. Ketinggian ini untuk menghindari merembesnya air ke permukaan lantai dalam rumah saat terjadi hujan.
Dinding dan kerangka rumah terbuat dari kayu. Kerangka dinding dari balok kayu, dinding dari papan, sementara kerangka atap dibuat dari bambu. Untuk atapnya sendiri digunakan genteng tanah, daun nipah, atau daun alang-alang tergantung kemampuan ekonomi pemiliknya.
Untuk atap, dikenal beberapa desain yang biasa digunakan dalam rumah adat Jawa Timur ini, yaitu desain pacenan, jadrih, dan trompesan. Pacenan memiliki hiasan berupa tanduk atau ekor ular pada bagian bubungannya seperti rumah atau bangunan china, jadrih memiliki 2 bubungan, sementara trompesan adalah atap dengan 3 patahan bagian.

Nah, demikianlah yang dapat kami sampaikan tentang desain rumah adat Jawa Timur dari suku Madura yang bernama Tanean Lanjhang. Semoga dapat dipahami dengan mudah dan dapat menambah wawasan budaya kita semua, khususnya tentang bukti peradaban nenek Moyang suku Madura, Jawa Timur. 
 
 
Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Jawa Timur
  • rumah adat jawa timur namanya
  • keunikan rumah adat jawa timur
  • rumah adat jawa timur disebut
  • rumah adat jawa timur wikipedia
  • 5 keunikan rumah adat jawa timur
  • contoh gambar rumah adat jawa timur
  • sketsa rumah adat jawa timur
  • rumah adat jawa tengah

Related Posts

Rumah Adat Jawa Timur (Tanean Lanjhang), Bagian -Bagiannya Beserta Penjelasannya
4/ 5
Oleh