Rabu, 22 Mei 2019

Rumah Adat Banten (Sulah Nyanda) : Struktur dan Kontruksi Bangunan, Gambar Beserta Penjelasannya

Sulah nyanda adalah rumah adat suku baduy yang berada di Provinsi Banten.Atapnya terbuat dari daun nipah yang disebut sulah nyanda.Nyanda berarti sikap bersandar, sandarannya tidak lurus melainkan agak merebah ke belakang.Salah satu sulah nyanda ini dibuat lebih panjang dan memiliki kemiringan yang lebih rendah pada bagian bawah rangka atap. Rumah tradisional Baduy ini disebut juga Imah dan harus menghadap ke selatan. Bentuknya empat persegi panjang dengan atap kampung dan sosoran dipasang di salah satu sisinya. Selain itu, rumah adat ini memiliki hiasan di atas atap rumah yang menyerupai bentuk tanduk. Hiasan ini terbuat dari ijuk (sabut aren) yang dibulatkan dan diikat. Pembangunan rumah adat sulah nyanda mengikuti kontur tanah sehingga tiang-tiang rumah adat Suku Baduy tidak memiliki ketinggian yang sama



Struktur bangunan

Ditinjau dari struktur bangunannya, rumah adat Banten ini secara keseluruhan dibuat dari bahan material yang berasal dari alam. Bambu menjadi bahan utama dalam proses pendirian rumah adat ini, sementara batu, kayu, dan ijuk menjadi pelengkapnya.
Batu digunakan sebagai alas pondasi. Batu yang digunakan adalah batu datar yang berukuran besar sehingga dapat dipendam di dalam tanah. Batu yang biasanya diperoleh dari kali ini digunakan untuk mencegah tiang rumah cepat melapuk. Untuk diketahui, kayu tiang rumah akan mudah keropos bila langsung bersentuhan dengan tanah.

Pemasangan pondasi pada rumah adat Banten tidak dilakukan dengan merusak struktur tanah. Bila tanah tempat dibangunnya rumah memiliki kontur miring, maka pondasi pun menyesuaikan. Hal inilah yang membuat kemudian tinggi tiang penyangga rumah tidak bisa disamakan.
Tiang rumah sendiri berasal dari balok kayu berukuran besar. Kayu yang digunakan untuk tiang harus kayu yang kuat dan tahan lama seperti kayu jati, mahoni, atau kayu akasia. Kayu yang kuat pada tiang sangat diperlukan untuk ketahanan rumah karena tiang merupakan tempat menopangnya rangka atap sekaligus rangka lantai.
Untuk dinding, rumah adat ini umumnya menggunakan anyaman bambu yang disebut bilik. Penggunaan bilik memberikan kesejukan bagi penghuni rumah karena sirkulasi udara dapat dengan mudah masuk dan keluar lewat celah anyaman. Inilah yang menyebabkan mengapa rumah adat Banten ini tidak memiliki jendela. Sementara untuk lantai, digunakan bilah-bilah papan yang disusun sejajar atau bambu yang sudah dibuat menjadi datar (palupuh).


Baca Juga:

Tari Likok Pulo, Aceh : Sejarah , Makna , Busana , Syair Lagu, Dan Lainnya



Bagian atap rumah ini menggunakan bilah bambu dan ijuk. Bilah bambu digunakan sebagai kerangka atap, sementara ijuk digunakan sebagai atapnya. Ijuk juga dapat diganti dengan bahan daun alang-alang yang telah dianyam.




Ruang ini terletak di sebelah selatan yang dipakai sebagai tempat menerima tamu dari luar daerah.Untuk menerima tamu dari daerah tersebut menggunakan golodog. Dalam bahasa Indonesia, sosoro ini disebut teras atau ruang depan.Selain itu, dapat dijadikan ruang keluarga, ruang tamu, ruang masak, ruang simpan dan ruang tidur anak perempuan.

  • Tepas

Tepas berada di samping dan bentuknya memanjang ke belakang, digunakan untuk ruang kegiatan bersama anggota keluarga.Imah merupakan inti rumah yang biasa digunakan untuk kegiatan keluarga.Selain itu, bisa juga digunakan sebagai ruang keluarga, ruang tamu, ruang masak, ruang menyimpan barang, dan ruang tidur anak perempuan.Ruang sosoro yang berada di depan menyambung dengan ruang tepas membentuk huruf “L” tanpa adanya sekat atau pembatas.

  • Ipah
Ipah adalah ruang belakang rumah yang digunakan sebagai penyimpanan persediaan makanan pokok seperti beras, jagung, lauk pauk dan lain-lain. Selain itu, ipah juga digunakan sebagai dapur tempat mereka memasak.Sementara itu, Imah tertutup dengan hanya satu pintu. Pintu rumah merupakan satu-satunya akses yang tersedia untuk masuk ke dalam rumah.Letaknya berada di sebelah sisi bangunan, ditandai dengan adanya teras kecil dan anak tangg


Konstruksi bangunan

Konstruksi bangunan dalah rumah panggung dengan material bahan-bahan bangunan yang pengambilannya berasal dari sekitar lokasi. Pondasi bangunan menggunakan batuutuh yang tidak dipecah dan tidak tertanam terlebih dahulu. Batu ini digunakan sebagai landasan tiang kayu rumah.

  • Struktur Pondasi

Batu yang memiliki fungsi sebagai alas pondasi dan penyangga tiang kayu agar kayu tidak mudah terkena pelapukan dini. Batu yang di butuhkan sebagai pondasi rumah adat ini merupakan batu kali yang berukuran cukup besar dan lebar.


  • Tiang

Komponen material kayu memiliki fungsi sebagai tiang (pillar) utama rumah. Dan pillar kayu ini, berfungsi sebagai penyangga semua komponen rumah lainnya, seperti atap, plafon, dinding, dan rangka lantai.

Kayu yang di gunakan pun bukan sembarangan kayu, yang tidak memiliki kekuatan serta ketahanan yang mumpuni.

Rata-rata material kayu untuk tiang rumah adat sulah nyanda ini, merupakan kayu super kuat dan tahan seperti jati, akasia, mahoni, dan kayu-kayu lainnya yang memiliki kekuatan serta ketahanan yang mumpuni.

  • Lantai

Rangka lantai menggunakan bambu, bagian atasnya ditutup dengan bambu pecah yang diratakan.Untuk tidur atau kegiatan yang lain biasanya dilakukan lesehan dengan membentangkan tikar pandan sebagai alas untuk duduk.

  • Dinding

Dinding rumah adat sulah nyanda, terbuat dari material anyaman bambu (bilik bambu). Dengan dinding yang terbuat dari bilik bambu ini, suhu udara dalam rumah menjadi stabil, karena angin keluar masuk melalui lubang celah anyaman bilik bambu.

Adapun lantainya terbuat dari material palupuh bambu atau kayu. Jika lantai terbuat dari kayu, maka kayu di susun baris sejajar secara melebar. Dan jika lantai terbuat dari palupuh bambu, maka palupuh di pasang sejajar melebar rata hingga rapih.

  • Atap

Rangka atap rumah menggunakan kayu dengan rangka penutup atap terbuat dari bambu, sementara itu untuk penutup atap menggunakan anyaman yang terbuat dari daun nipah.Secara umum konstruksi rumah sulah nyanda memakai sistem knock down.Masyarakat Baduy akan mempersiapkan bagian dan material bangunannya terlebih dahulu sebelum membangun rumah.Kemudian dengan cara bergotong royong merakitnya menjadi sebuah rumah sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk mendirikan sebuah rumah.


Ukuran rumah

Ukuran luas rumah setiap warga tidak sama satu dengan lainnya.Hal ini disengaja karena lahan semakin terbatas dan memakan biaya yang tidak sedikit.Untuk mendirikan sebuah rumah, setiap warga tidak sembarang membangun pada lahan yang kosong.Melainkan harus ada surat ijin khusus dari perangkat adat, termasuk untuk penentuan posisi rumahnya. Adapun ukuran luas rumah pada umumnya berkisar 7 m x 7 m, 9 m x 10 m, bahkan ada yang mencapai 12 m x 10 m.


Baca Juga:

Didong Kesenian Rakyat Gayo Yang Berasal Dari Aceh





Penelusuran yang terkait dengan Rumah Adat Banten (Sulah Nyanda)
  • keunikan rumah adat banten
  • rumah adat banten kasepuhan
  • pakaian adat banten
  • rumah adat pandeglang
  • tarian adat banten
  • rumah adat banten brainly
  • rumah adat dan pakaian adat provinsi banten
  • kebaya banten

Related Posts

Rumah Adat Banten (Sulah Nyanda) : Struktur dan Kontruksi Bangunan, Gambar Beserta Penjelasannya
4/ 5
Oleh