Kamis, 02 Mei 2019

Definisi Tari, Fungsi , Contoh, Jenis dan Unsur di Dalamnya

Definisi Umum Tari

Pengertian seni tari merupakan hasil karya seni yang mengandung nilai filosofis dari setiap gerakannya. Perpaduan antara irama, rasa, dan raga sang penari dalam menggerakkan tubuh membuat decak kagum siapa saja yang melihatnya.
Para penari akan bergerak ritmis sesuai dengan nada irama music yang mengiringinya. Inilah yang membuat tarian semakin hidup dan ekspresif nan estetis. Dengan begitu pesan yang ingin disampaikan pada penonton dapat tersalurkan. Berikut beberapa Definisi seni tari menurut ahli.

Definisi Seni Tari Menurut Para Ahli / Seniman

1. Soedarsono

Menurut Soedarsono, tari merupakan sebuah unkapan jiwa yang diekpresikan melalui gerakan tubuh yang ritmis dan estetis. Menurut beliau, ekspresi jiwa ini dapat berupa cetusan antara rasa dan emosi yang diiringi dengan kehendak dari dalam diri.
Adapun gerakan ritmis yang menarik nan indah merupakan gerakan dari tubuh yang memang disesuaikan dari irama para pengiring sehingga dapat memberikan daya dan juga pesona bagi siapapun yang menyaksikannya.

2. Pangeran Suryadiningrat

Menurit Pangeran Suryadiningrat, tari merupakan gerakan seluruh tubuh manusia, seirama dengan music pengiringnya serta memiliki maksud tertentu.

3. Bagong Sudito

Menurut Bagong Sudito, seni tari merupakan alat untuk mengekspresikan jiwa manusia.

4. Susan

Susan K. Lenger, mengemukakan bahwa seni tari adalah gerakan-gerakan yang diciptakan oleh manusia yang dilakukan secara ekspresif sehingga dapat dinikmati oleh setiap orang yang melihat.

5. Aristoteles

Definisi tari menurut Aristoteles, seni tari ialah wujud ekspresi manusia yang dituangkan dalam gerakan ritmis untuk memvisualisasikan karakter yang ingin dimunculkan.

6. Corrie Hartong

Seni tari menurut seorang ahli bernama Corrie Hartong merupakan sebuah desakan dari perasaan seorang manusia yang berasal dari dalam dirinya sendiri dimana desakan tersebut seakan mendorongnya untuk mencari ungkapan berupa gerakan gerakan yang sifatnya ritmis.
Menurut beliau, suatu gerakan tertentu dapat disebut sebagai sebuah tari apabila gerakan tersebut mengikuti alunan nada tertentu atau sifatnya ritmis.

Unsur Utama Seni Tari

Terdapat beberapa unsur dalam seni tari yang terbagi menjadi unsur utama dan unsur pendukung. Sebuah gerak yang mengikuti irama dan sifatnya ritmis dapat disebut sebagai tarian apabila memenuhi tiga unsur utama dalam seni tari. Apabila satu dari ketiga unsur tersebut belum terpenuhi, maka belum bisa disebut sebagai tari. Adapun tiga unsur utama dalam seni tari itu adalah :

1. Raga

Raga atau wiraga dimana sebuah seni tari memang diwajibkan untuk menonjolkan gerakan badan dalam posisi duduk maupun berdiri.

2. Irama

Irama atau wirama dimana sebuah seni tari wajib mempunyai gerak yang sifatnya ritmis sesuai dengan alunan musik pengiringnya baik itu dari irama maupun temponya.

3. Rasa

Rasa atau wirasa dimana sebuah seni tari mampu mendelivery pesan dari sebuah perasaaan menjadi gerakan tertentu dan dilengkapi dengan ekspresi dari penarinya.

Unsur Pendukung Seni Tari

Saat unsur utama dalam seni tari sudah dipenuhi, maka akan lebih indah lagi jika seni tari ini didukung oleh beberapa unsur pendukung supaya pementasan seni tari dapat lebih menarik dan mempesona. adapun unsur pendukung dari seni tari diantaranya adalah :

1. Ragam Gerak

Tarian menjadi lebih indah karena adanya kombinasi pas dari berbagai gerakan tubuh baik itu gerakan kaki, tangan, lenggak lenggok penarinya, lirikan mata, dan juga gerakan kepala yang menjadi pelengkap.

2. Ragam Iring-iringan Musik

Saat sebuah tarian diiringi dengan alunan musik tertentu, tentunya tarian tersebut akan menjadi lebih enak untuk dinikmati baik itu dari suaranya, gerakannya, maupun perasaan yang ingin disampaikan oleh sang penarinya.
Iring iringan ini tidak harus berasal dari alunan musik yang merdu atau menghentak, dapat pula berasal dari suara hentak kaki penari ataupun tepukan tangan dari penari itu sendiri berpadu dalam gerakan tarian yang indah dan mempesona.

3. Kostum dan Tata Rias

Agar tarian dapat lebih mengena di benak para pemirsanya, maka ada baiknya penari merias dirinya dengan tata rias yang apik dan kostum yang menarik sehingga ekspresi muka dan juga gerak lakunya dapat menambah daya tarik bagi pemirsa.

4. Blocking atau Tata Lantai

Pola lantai ataupun blocking menjadi hal yang diperlukan sehingga fokus penari tidak hanya di tengah tengah panggung saja. tata lantai diperlukan agar seluruh media panggung dapat dijangkau oleh penari dan menambah daya tarik dari seni tari itu sendiri. Transisi penari pun harus diatur sedemikian rupa dalam sebuah blocking agar gerakannya tidak menjadi kacau, terlebih lagi jika penari tersebut terdiri dari beberapa orang atau berkelompok.

Sejarah Seni Tari di Indonesia

Indonesia terkenal akan keanekaragaman budayanya. Begitupun perihal seni tari yang berbeda yang dimiliki oleh setiap daerah. Sejak zaman dahulu seni tari memegang peranan penting dalam upacara adat masyarakat maupun kerajaan.  Perkembangan seni tari di Indonesia sendiri dapat dilihat dari zaman ke zaman.

Pertama, ketika zaman prasejarah sebelum adanya kerajaan. Seni tari kental akan ilmu ghaib dan magis yang mempercayai roh nenek moyang . Gerakan tarian seperti tari hujan, tari perang, dan tari kesuburan tanah banyak meniru dari gerakan tumbuhan dan hewan. Selanjutnya pada zaman hindu- budha, tarian banyak dipengaruhi oleh budaya yang bertujuan untuk menyebarkan agama hindu.
Nah, ketika penyebaran agama islam yakni pada zaman kerajaan islam, tarian seringkali digunakan untuk menyambut hari raya. Hal itu ditujukan sebagai ungkapan dan ekspresi kebahagiaan. Selanjutnya ialah zaman ketika penjajahan, seni tari cenderung stagnan dan tidak mengalami perkembangan.
Hal itu dikarenakan seni tari hanya terbatas dilakukan di lingkungan kerajaan akibat situasi peperangan.  Ketika zaman setelah kemerdekaan, seni tari mulai berkembang dan digunakan untuk upacara keagamaan, adat, serta upacara penting lainnya.


Baca Juga:

12 Contoh Tari Tunggal Beserta Penjelasannya



Fungsi Seni Tari

Arti kata seni tari sebagai ekspresi perasaan manusia tidak terlepas dari kebudayaan masyarakat setempat. Bahkan ada pula yang menjadikan tarian sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan sang Pencipta dalam ritual keagamaan. Seperti halnya tari kecak dan sanghyang yang dipentaskan dalam upacara keagamaan masyarakat Bali .
Selain itu fungsi tarian juga digunakan sebagai sarana untuk bergaul dan mengakrabkan diri. Misalnya saja tari jaipong, dimana penonton diizinkan untuk menari bersama di atas panggung bersama penari.
Seni tari mengandalkan gerakan tubuh sehingga secara otomatis dapat digunakan sebagai sarana berolahraga. Tak luput juga sebagai media pendidikan bagi anak-anak untuk ikut serta dalam melestarikan kesenian adat.

Jenis-Jenis Seni Tari

Macam-macam seni tari cukup banyak diantaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Koreografi

Berdasarkan koreografi, diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yakni:
  1. Tari Kelompok
  2. Tari Berpasangan
  3. Tari Tunggal

 

2. Partisipasi

Berdasarkan pertunjukkan dan partisipasi, dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Tari teater
  2. Tari partisipatif

 

3. Fungsi

Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

a. Seni Tari Untuk Upacara Adat

Tari ini memiliki dipercaya mempunyai kekuatan magis yang banyak berkembang di daerah pedesaan dan pedalaman. Seperti halnya di Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Irian Jaya.

b. Seni Tari Untuk Hiburan

Tari satu ini lebih mengutamakan hiburan yang ingin disampaikan daripada keindahan gerakannya. Misalnya saja tari ronggeng dan tari lengger.

c. Seni Tari Untuk Pertunjukkan

Tari yang berfungsi sebagai pertunjukkan lebih mementingkan keindahan gerakan daripada hiburannya.

4. Peradaban

Ditinjau dari perkembangan peradaban, dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Tari tradisional

Tari tradisional merupakan kesenian yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyong sehingga dalam pelaksanaannya masih kaku karena berpedoman pada aturan leluhur. Di Indonesia tari ini berkembang menjadi 2 bagian, yaitu tari tradisional klasik dan tari tradisional kerakyatan.
Tari klasik  yang lebih dikenal sebagai tari keraton berkembang di lingkungan kerajaan. Sedangkan tari tradisional kerakyatan populer di kalangan rakyat biasa.

b. Tari Kontemporer

Seni tari kontemporer menggunakan iringan music yang lebih modern dari pada tari tradisional. Koreografi ataupun gerakan tubuh saat menari sangat unik dan erat akan makna yang terkandung di dalamnya. Untuk makna seni tari kontemporer sendiri merupakan seni tari yangttidak terpengaruh oleh unsur seni tari tradisional.

c. Tari Kreasi Baru

Seni tari kreasi baru merupakan perkembangan dari tari tradisional yang memadukan atau mengkolaborasikan gerakan-gerakan dari jenis tari lain. Bisa dikatakan bahwa tari ini dikembangkan sesuai dengan kemajuan zaman dengan diberi sentuhan-sentuhan seni dan kreasi terbaru.
Tari satu ini dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tari kreasi baru pola non tradisi dan pola tradisi. Misalnua saja tari kupu-kupu, tari ongkek manis, dan tari merak.


Contoh-contoh Tarian di Indonesia

Seni tari di Indonesia sangatlah banyak. Hampir di seluruh daerah mempunyai tarian masing-masing yang mencerminkan kearifan local daerahnya. Berikut ini contoh tarian beserta asalnya:
  1. Tari ketuk tiu, dan tari Merak dari Jawa Barat
  2. Tari legong, tari jengger, tari kecak, tari pendet dari Bali
  3. Tari reog dari Ponorogo
  4. Tari Saman dari aceh
  5. Tari lengger dari Banyumas

 

Tokoh-tokoh Seni tari di Indonesia

Seorang tokoh dapat kita jadikan sebagai panutan dan inspirasi. Begitu pula para tokoh seni tari dengan hasil karyanya yang dapat dijadikan motivasi. Berikut ini beberapa tokoh dalam seni tari yang cukup populer akan sepak terjangnya.
  1. Sujana Arja
  2. Didik Nini thowok
  3. M. Soedarsono
  4. Tjetje Sumantri dari Jawa Barat yang menciptakan tari sekar putri, tari lenyepan, tari sulintang, dan lainnya.
  5. Bagong Kusudiardjo dengan hasil karyanya berupa tari bhayangkari, tari batik, tari tani, dan masih banyak lagi
  6. Wiwik Widiastuti dengan budaya Betawinya. Adapun karyanya ialah tari topeng, tari kembang lambing sari, serta tari ronggeng blantek.
  7. Maridi yang berasal dari Solo. Dalam setiap karyanya nampak gerakan tradisional gaya Surakarta seperti pada tari bondan tani, menak subal, dan tari gambyong pareanom.
  8. I Sasminta Mardawa, mengembangkan tari klasik gaya Yogyakarta. Hasil karyanya ialah tari golek ayun-ayun, beksan menak, serta tari sari kusumo.

Unsur Pendukung Dalam Kesenian Tari

Unsur ini hanyalah sebagai pemikat orang yang melihat agar tarian kelihatan lebih menarik. Meskipun unsur ini tidak terpenuhi maka suatu gerakan indah yang ritmis sudah bisa dikatakan sebagai gerakan seni tari. Tapi alangkah lebih baik lagi kalau unsur pendukung ini dipenuhi agar tarian memiliki daya pesona pada saat pementasan atau pertunjukan. Unsur pendukung ini meliputi:
  • Ragam Gerak: Sebuah tarian bisa terlihat indah jika semua anggota badan berkolaborasi. Bukan hanya tangan dan kaki, tapi kombinasi lirikan mata dan raut wajah, termasuk ekspresi wajah itu sendiri. Semua ini tentu akan menimbulkan daya tarik tersendiri sehingga tarian tersebut kelihatan estetis.
  • Ragam Iringan: Suatu tarian bisa dinikmati jika ada musik yang ritmis dan cocok dengan gerakan tari tersebut. Sehingga tercipta paduan yang indah antara musik dan gerakan tubuh. Lebih indah dan dapat dinikmati lagi jika ditambah dengan hentakan, tepukan maupun teriakan dari si penari.
  • Rias Dan Kostum: Unsur ini sangat penting sekali dalam pertunjukan sebuah tari. Tanpa riasan wajah dan kostum sebuah tarian pasti terasa hambar, tidak memiliki makna, dan tidak menarik buat ditonton.
  • Pola Lantai/Bloking: Tarian akan terlihat lebih berseni jika pola lantainya juga indah. Karena seorang penari tidak mungkin berdiri dalam satu titik saja tapi harus menyesuaikan tempat dan penontonnya.
 
 
 
Baca Juga:

Kumpulan Terlengkap Contoh Tari Berpasangan dan Asal Daerahnya

 
 

 

Jenis-Jenis Kesenian Tari Di Indonesia

Ada bermacam-macam jenis kesenian tari yang tersebar di seluruh propinsi Indonesia, antara lain adalah:

1. Tari-Tarian Daerah Istimewa Aceh

Beberapa tarian dari daerah istimewa Aceh diantaranya:
  • Tari Seudati. Jenis tarian ini berasal dari Arab sehingga memiliki latar belakang agama Islam. Tarian ini sangat dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Seni tari ini sangat terkenal dan paling digemari di daerah Aceh.
  • Tari Saman Meuseukat. Tarian jenis ini posisi penarinya duduk berbanjar dengan iringan irama yang sangat dinamis. Merupakan jenis seni tari yang penuh dengan syair ajaran kebajikan terutama ajaran Islam.


2. Tari-Tarian Daerah Bali

Untuk tarian yang berasal dari daerah Bali misalnya:
  • Tari Legong Bali. Seni tari yang satu ini merupakan tarian Bali berlatar belakang kisah cinta seorang Raja dari Lasem. Jenis tarian ini dibawakan secara dinamis dan sangat memikat hati.
  • Tari Kecak. Sebuah tari berdasarkan cerita Kitab Ramayana yang mengisahkan bala tentara monyet Hanuman dan Sugriwa.
  • Tari Pendet. Pada awalnya tarian ini merupakan tarian pemujaan yang banyak digunakan di pura sebagai tempat ibadat umat Hindu Bali di Indonesia. Sebuah tarian melambangkan penyambutan turunnya dewata ke dunia. Seiring dengan perkembangan jaman para seniman di Bali mengubah Pendet jadi “ucapan selamat datang”. Tapi tetap mengandung makna yang sakral-religius.

 

3. Tari-Tarian Daerah Bengkulu

Contoh tarian yang berasal dari daerah Bengkulu seperti:
  • Tari Andun. Jenis tarian ini bagi daerah Bengkulu Selatan merupakan tarian untuk menyambut para tamu kehormatan.
  • Tari Bidadari Teminang Anak. Tarian ini bisa diartikan sebagai seorang bidadari yang tengah meminang anak. Jenis tarian adat yang satu ini berasal dari Rejang Lebong.

 

4. Tari-Tarian DKI Jakarta

Untuk DKI Jakarta juga memiliki tarian daerah diantaranya:
  • Tari Topeng. Merupakan jenis tari tradisional yang berasal dari Betawi guna menyambut tamu agung. Tarian ini pembawaannya sangat tegas dan dinamis sekali.
  • Tari Yopong. Tari ini merupakan tari persembahan dalam rangka menghormati tamu negara. Jadi dalam membawakannya penuh dengan rasa hikmad.

 

5. Tari-Tarian Daerah Jambi

Untuk yang dari Jambi nama tarian daerahnya adalah:
  • Tari Sekapur Sirih. Seni tari yang satu ini merupakan jenis tari persembahan juga. Tarian adat Jambi ini mempunyai banyak persamaan dengan tarian Melayu.
  • Tari Selampir. Termasuk jenis tarian pergaulan muda-mudi yang sangat digemari di daerah Jambi.
6. Tari-Tarian Daerah Jawa Barat
Jawa Barat sendiri juga memiliki tarian daerah seperti:
  • Tari Kuncaran. Tarian ini menggambarkan rasa dendam kesumat seorang raja karena telah ditolak cintanya.
  • Tari Merak. Jenis tari yang satu ini mengisahkan kehidupan seekor burung merak yang sangat indah dan memukau. Pembawaan penari merak ini sangat gemulai dan mempesona sekali.


7. Tari-Tarian Daerah Jawa Tengah

Nah, untuk Jawa Tengah Tarian Daerah misalnya:
  • Tari Serimpi. Merupakan sebuah tarian keraton pada waktu silam dengan suasana agung, lembut dan sangat menawan.
  • Tari Blambangan Cakil. Jenis seni tari ini mengisahkan perjuangan Srikandi waktu melawan raksasa Buto Cakil. Tarian ini melambangkan penumpasan terhadap sifat angkara murka.

Fungsi Seni Tari

Kesenian tari memiliki beberapa fungsi yaitu:
  • Tari Pertunjukan: Merupakan tarian yang sudah disiapkan dalam suatu acara pementasan. Lebih menonjolkan sisi koreografi artistik, ide yang matang, konsep yang bagus, serta tema yang tertata sehingga tarian jadi indah dan menarik.
  • Tari Upacara: Jenis tarian yang dilakukan hanya pada saat upacara adat atau acara keagamaan. Tarian ini sangat mengutamakan ke khikmatan dan juga komunikasi pada Sang Pencipta.
  • Tari Hiburan: Tarian ini diadakan dengan tujuan untuk menghibur penonton dengan alunan irama dan musik yang indah. Gerakan tarinya bebas dari berbagai macam tradisi, nilai, atau adat dengan tujuan utama mampu menghilangkan kejenuhan penonton.
  • Tari Pergaulan: Tarian ini dimainkan untuk berinteraksi kepada sesama. Seni tari ini biasanya untuk adu unjuk rasa dalam hal kesenian. Gerakan tari ini terlihat lincah dan bersifat komunikatif.
  • Tari Kesenian: Tujuan utama tarian ini adalah untuk melestarikan budaya. Jadi nuansa tariannya sangat tradisional sekali sebagai bentuk penghargaan kepada nenek moyang.


Demikianlah pembahasan terkait pengertian seni tari. Seni tari mengandalkan gerak tubuh dalam mengungkapkan pesan yang ingin disampaikan. Berkaitan erat dengan music, drama, sekaligus kesusasteraan daerah. Bahkan bisa dikatakan bahwa seni tari merupakan identitas dan menjadi cerminan dari suatu daerah. Sehingga  perlu dijaga kelestariaannya. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Definisi Tari, Fungsi , Contoh, Jenis dan Unsur di Dalamnya
4/ 5
Oleh